:::: MENU ::::

Informasi Bisnis dan Umum

Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Banyak orang sudah merasa aman dan dengan karir yang tinggi, dapat mencukupi kebutuhan yang diinginkan. Tetapi tahukah bahwa dengan semakin tinggi karir yang dicapai, maka semakin tinggi pula kebutuhan seseorang. Istilah populernya adalah orang tersebut sudah naik kelasnya sehingga standar kebutuhannya meningkat dari yang sebelumnya. Bila seseorang yang berperilaku konsumtif tanpa memperhatikan cash flow, maka siap-siap saja anda sebentar lagi akan mengalami kebangkrutan. Banyak yang sudah terjebak dari permainan Rat Race, karena orang berlomba-lomba untuk keluar dari cash flow yang negatif.
Rat Race apa itu ? 
Rat Race adalah suatu pengejaran sesuatu tanpa henti, tetapi tidak mendapatkan hasil. Di dalam pengertian finance, pengejaran tersebut merupakan penyeimbangan antara pendapatan dengan biaya. Banyak yang tidak mempedulikan keuangan mereka karena gaji yang besar, mereka mampu beli sesuatu yang mereka inginkan. Salah satu contoh artis yang mengalami kebangkrutan adalah M.C Hammer yang memiliki biaya yang terlalu besar sehingga tidak dapat membiayai kehidupan mewahnya.

Artis M.C Hammer yang terkenal lewat single “U Can’t Touch This” mengalami kebangkrutan pada tahun 1996 dengan hutang 13 Juta USD. Sebelumnya M.C Hammer mendapatkan 30 Juta USD pada awal 90an. Kemudian dia membeli rumah besar seharga 12 Juta USD dan membayar para staffnya. Tidak lama kemudian dia tidak bisa membiayai kehidupan mewahnya. Dia sekarang seorang pendeta yang tinggal di sebuah rumah peternakan di California.
Jadi, apa yang harus dilakukan untuk keluar dari Rat Race ? Tentu saja dengan berinvestasi untuk mendapatkan pendapatan pasif. Banyak jenis investasi yang tersedia untuk menambah pendapatan pasif anda. Jenis investasi adalah saham, perumahan, deposito, obligasi, dan masih banyak lagi jenis investasi yang ada. Adapun tips untuk memulai berinvestasi adalah :
·      Mulai berinvestasi sekarang
Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai berinvestasi walaupun jumlah investasi yang sedikit. Sisakan sebagian gaji anda untuk menginvestasikan dalam bentuk apapun sesuai keyakinan anda. Karena semakin lama berinvestasi, maka semakin banyak pula uang yang didapat.
·      Belajar dari orang yang berpengalaman
Untuk membandingkan investasi mana yang cocok untuk anda, harus berkonsultasi dengan penasehat investasi. mereka akan memberikan keuntungan dan kerugian jenis yang akan diinvestasikan.
·      Mulai dengan hal yang familiar
Investasikan uang anda pada produk yang anda kenal dan sudah mengetahui informasi tentang investasi tersebut. Karena hal ini dapat meminimalkan risiko kerugian dari investasi tersebut.
·      Diversifikasi
Investasikanlah uang anda di produk yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat membagi risiko anda tidak hanya pada satu produk saja. Karena kondisi pasar yang berubah-ubah memungkinkan untuk berbagai produk mengalami penurunan nilai investasi.
Jadi, ayo kita keluar dari jebakan Rat Race. Mulailah berinvestasi, besarkan pendapatan pasif anda agar terbebas dari cash flow yang negatif.
Yuk Nabung Investasi dan Proteksi di CAR 3i-Networks..
Bisa gratis dan di gaji bulanan tanpa batas
Pendaftaran : Chat WA 
 



Hayoo coba diitung-itung pengeluaran skincare kalian selama tahun 2019 udah abis berapa 😌😌 Berarti muka kalian pasti pada shining shimmering splendid nih mantep.
“Kata perempuan, skincare itu udah jadi kebutuhan dan investasi masa depan”.
Terus disambungin juga, orang bilang ada harga ada barang.
Otomatis cantik yg awet itu butuh kantong tebel juga biar ga abal-abal
Jadi kalau mau punya pasangan cantik, katanya harus siap-siap sama biaya maintenancenya juga. Nah loh.
Sebenarnya sih boleh-boleh saja, asal beli nya setelah mapan Finansial alias sudah Kaya, Invetasi dimana-mana, Sedekah sudah luar biasa. Jadi uang buat skincare nya bukan rebutan sama uang buat makan, uang buat sekolah anak-anak, dst.
Menurut kamu gimana pemikiran tentang kalau cewek cantik itu mesti high maintenance?

#YukMapanFinansial
#YukKaya

Percaya ga jaman sekarang masih ada yg namanya harta karun? Tapi beda kayak di dongeng yg kotak kayu isinya emas berlian. 

Menurut Om Lo Kheng Hong, harta karun terbesar jaman sekarang itu dalam bentuk PASAR MODAL

Kenapa gitu? Karena keuntungan yg bisa didapatkan di pasar modal itu bisa besaaar banget. Bukan cuman ngalahin tingkat inflasi aja, tapi bahkan juga bisa meningkatkan nilai kekayaan kita berkali-kali lipat 🤩
"Menariknya lagi, investasi saham itu bisa dimulai dari nominal yg terjangkau. Kalau pemula langsung ke investasi properti mungkin modalnya lumayan besar. Jadi sambil ngumpulin dananya, kita bisa ningkatin nilai uang kita dulu di pasar modal"
Tapi bukan berarti kita langsung investasi asal tanpa punya ilmunya, karena jadinya kita investasi berdasarkan spekulasi bukan analisa. Saya sering banget bilang kalau pakai spekulasi, namanya bukan investasi, tapi jadinya judi

Itu kenapa banyak orang salah kaprah sama investasi saham, karena cara investasinya salah jadinya dianggap investasi saham sama dengan “main” saham dan pasti bahaya, penuh resiko, dan kayak judi. Karena itu sebelum investasi penting banget yg namanya investasi ilmu dan pelajarin dulu produk investasinya seperti apa.

Jadi kamu siap berburu harta karun di pasar modal?
Masih belum punya uang (modal). Tenang….! Saya kasih solusi dengan CARa daftar jadi nasabah CAR 3i-Networks, otomatis Anda akan mendapatkan Hasil Investasi Saham / Reksadana, Proteksi Jiwa jika sewaktu-waktu Anda meninggal, dan Bisnis nya (mengajak orang punya Invest plus Proteksi) dengan Income tanpa batas. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan Uang Anda untuk berinvestasi di pasar modal.. Keren kan???

YUK DAFTAR SEKARANG :
PENDAFTARAN : Chat Me
SUPPORT SISTEM SARANG ON FACEBOOK ZEN

Siklus Kehidupan Finansial merupakan salah satu konsep yang menjadi bagian dari perencanaan keuangan. Siklus tersebut menggambarkan bahwa pada setiap tahapan kehidupan seseorang akan membutuhkan ‘strategi’ keuangan tertentu. Dengan memahami siklus tersebut, kita akan menyadari betapa pentingnya sebuah perencanaan keuangan dan pengelolaan kekayaan dalam kehidupan kita.
Jika ditelaah secara umum, siklus kehidupan finansial seseorang mengikuti pola yang hampir serupa. Siklus tersebut dimulai dari masa anak-anak dan dewasa, masa lajang, masa menikah/berumah tangga dan memiliki anak, mapan berkarir, sampai dengan masa persiapan pensiun. 
Pada dasarnya, siklus tersebut dapat kita jalani dengan berpedoman pada enam prinsip :
  1. Memahami Pendapatan yang Diterima
  2. Menyisihkan Uang pada Simpanan
  3. Berinvestasi untuk Masa Depan
  4. Mengajukan dan Menggunakan Pinjaman dengan Bijak
  5. Proteksi Diri untuk Keadaan Darurat dan Masa Tua
  6. Belanja Pendapatan Secara Terencana
Prinsip tersebut dapat diterapkan pada setiap tahapan kehidupan kita. Berikut ini adalah 3 tahapan besar siklus kehidupan keuangan kita, yaitu :
#1 Tahap mengumpulkan kekayaan
Tahapan dimana seseorang, setelah melewati masa anak-anak dan dewasanya (lulus dari SMA), mulai mencari pekerjaan dan menghasilkan uang atau penghasilan. Dengan berjalannya waktu, orang tersebut mulai memiliki pekerjaan yang tetap, penghasilannya semakin mencukupi, kemudian menikah dan memiliki anak (family formation).
#2 Tahap melipatgandakan/meningkatkan kekayaan
Pada tahapan ini, seseorang memiliki pendapatan dan karir yang semakin meningkat. Sehingga pada tahapan ini, orang tersebut dapat melipatgandakan kekayaannya untuk kepentingan keluarganya di masa mendatang (family development).
#3 Tahap mendistribusikan kekayaan
Pada tahapan ini, seseorang mulai mempersiapkan warisan apa yang nantinya dapat diberikan pada keturunan dan keluarganya.



“Sikapi Uang Dengan Bijak”.
“Cerdas Mengelola, Masa Depan Sejahtera”
Kedua tagline atau slogan di atas merupakan kata-kata yang selalu disosialiasikan oleh OJK kepada seluruh lapisan masyarakat pada saat melakukan edukasi keuangan. Slogan tersebut diharapkan dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu bersikap sebaik dan setepat mungkin dalam membelanjakan uang atau penghasilan yang didapatkannya, terutama dikaitkan dengan produk keuangan. Uang atau penghasilan dihasilkan setelah bekerja keras sudah seyogyanya digunakan dengan sebaik mungkin untuk masa depan dan keluarganya.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saat ini kita hidup dalam era konsumerisme. Hampir semua jenis barang dan jasa menjadi sangat mudah didapatkan. Dengan makin maraknya tawaran pembelian barang secara mencicil, semua barang yang sebelumnya sulit untuk didapatkan, menjadi lebih mudah untuk didapatkan. Di satu sisi, kondisi ini tentunya memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, jika kita tidak bijaksana menyikapinya, kita dapat terjebak menjadi orang yang lebih mengutamakan ‘keinginan’ dan melupakan ‘kebutuhan’ dasar yang seharusnya diprioritaskan.
Melalui kegiatan Edukasi dan Sosialisasi (Edu-sos) yang terus digalakkan oleh OJK, masyarakat diajak untuk menjadi makin pintar dan cerdas menggunakan uang dan penghasilannya. Setelah menjadi pintar dan cerdas, maka akan menjadi bijak. Dan jika sikap tersebut sudah terwujud, maka masa depan akan menjadi lebih dapat dipersiapkan dan sejahtera.
Mengelola keuangan demi masa depan bukanlah sesuatu hal yang sangat rumit dan sulit untuk dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan apa yang disebut dengan aktivitas Perencanaan Keuangan (Financial Planning).
Apa itu Perencanaan Keuangan ?
Perencanaan keuangan, menurut Certified Financial Planner, Financial Planning Standards Board Indonesia, adalah suatu proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara terencana.
Tujuan-tujuan hidup yang ingin dicapai oleh seseorang tersebut antara lain dapat berupa : menikah, memiliki rumah sendiri, memiliki kendaraan pribadi, menunaikan ibadah haji, kesiapan biaya pendidikan anak, serta tersedianya dana pensiun di hari tua.
Perencanaan Keuangan membantu seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya
Manfaat dari perencanaan keuangan bisa dirasakan dengan adanya “arah dan arti” keputusan finansial seseorang. Melalui pengelolaan keuangan, seseorang bisa mengerti bagaimana setiap keputusan keuangan yang dibuat berdampak ke area lain dari keseluruhan situasi keuangan dirinya. Dengan melihat setiap keputusan finansial sebagai bagian dari suatu keseluruhan, seseorang dapat mempertimbangkan efek jangka pendek dan jangka panjang atas tujuan-tujuan hidupnya. Dia dapat lebih mudah beradaptasi atas perubahan hidup dan merasa lebih aman karena tujuan-tujuannya berada di jalur yang tepat.
Perencanaan keuangan dapat dijadikan sebagai alat untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan keuangan di masa kini dan masa depan.
Pada akhirnya nanti, seseorang berharap bisa mencapai tujuan akhir dari perencanaan keuangan yaitu kebebasan finansial (financial freedom), yang dapat diartikan : bebas dari hutang, tersedianya arus penghasilan dari investasi yang telah dilakukannya, serta terproteksi secara finansial dari risiko apapun yang mungkin terjadi.
Dalam menyusun perencanaan keuangan, seseorang akan dipengaruhi oleh kondisi (live event) yang sedang dialaminya sehingga dengan demikian perencanaan keuangan akan bersifat spesifik. Perencanaan keuangan juga merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan bersifat dinamis. Pada suatu saat, rencana tersebut dapat memerlukan penyesuaian.
Berikut merupakan beberapa kondisi atau kejadian yang dapat mempengaruhi perencanaan keuangan seseorang :
·         Status perkawinannya (belum menikah atau sudah menikah)
·         Kondisi pekerjaan (sudah memiliki pekerjaan tetap atau belum)
·         Usianya (umur yang semakin bertambah)
·         Kondisi keluarganya (jumlah anggota keluarga yang manjadi tanggungan)
·       Kondisi perekonomian nasional (kemudahan dalam mencari pekerjaan dan penghasilan)
·         Tingkat pendidikannya (tingkat pendidikan mempengaruhi penghasilan), serta
·         Kondisi kesehatannya (mempengaruhi biaya dan kelangsungan dari pendapatan).
Perubahan pada salah satu atau beberapa kondisi di atas dapat mempengaruhi perencanaan keuangan yang sudah dibuat seseorang atau keluarga. Sehingga seringkali perencanaan keuangan seseorang harus disusun kembali (bersifat dinamis).
Proses Perencanaan Keuangan
Proses perencanaan keuangan keluarga sangat perlu dilakukan demi mengantisipasi pengeluaran yang kurang di butuhkan, dan membiasakan hidup hemat tanpa boros. Apalagi dengan pendapatan yang minim, Anda dapat menyusun perencanaan keuangan sendiri melalui 5 (lima) langkah berikut ini :
1.   Mengevaluasi kondisi keuangan Anda saat ini
Melakukan analisis dengan memperhatikan kondisi terkini, seperti status perkawinan, jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, dan lain-lainnya.
2.   Menyusun tujuan-tujuan keuangan Anda
Disusun tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, seperti :
·         Memiliki tabungan di bank sebanyak 20 juta pada 2 tahun ke depan,
·         Ingin memiliki rumah sendiri pada 10 tahun ke depan,
·         Memiliki mobil pribadi 3 tahun ke depan,
·         Menunaikan ibadah haji 15 tahun ke depan.
3.   Menyusun perencanaan keuangan dan alternatifnya untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan
Perencanaan keuangan dapat berupa kegiatan yang akan dilakukan dan bauran produk keuangan yang akan digunakan, dikaitkan dengan jangka waktu pencapaiannya.
Misalkan :
·    Membayar sebesar Rp. 350.000 / bulan untuk premi asuransi pendidikan anak selama 10 tahun
·         Menabung sebesar Rp. 500.000 / bulan untuk dana naik haji selama 15 tahun
·         Mencicil sebesar Rp. 1,5 juta / bulan untuk kredit pembelian mobil selama 10 tahun
4.   Melaksanakan perencanaan keuangan yang sudah tersusun dengan disiplin
5.   Mereview dan menyempurnakan rencana keuangan secara periodik untuk menyesuaikan kondisi keuangan terkini
Kondisi keuangan seseorang bisa berubah. Misalnya seperti : lahirnya anggota keluarga baru, mengalami sakit yang membutuhkan biaya besar dan terganggunya sumber penghasilan keluarga, meningkatnya pendapatan secara signifikan, dan lain-lain.
Jika terjadi perubahan, maka proses perencanaan keuangan akan dilakukan lagi dimulai dari awal proses (mengevaluasi kondisi keuangan terkini) dan diteruskan dengan proses-proses berikutnya.

Sumber :