Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
- 11.06
- 0 Comments
Banyak orang sudah merasa aman dan dengan karir yang
tinggi, dapat mencukupi kebutuhan yang diinginkan. Tetapi tahukah bahwa dengan
semakin tinggi karir yang dicapai, maka semakin tinggi pula kebutuhan
seseorang. Istilah populernya adalah orang tersebut sudah naik kelasnya
sehingga standar kebutuhannya meningkat dari yang sebelumnya. Bila seseorang
yang berperilaku konsumtif tanpa memperhatikan cash flow, maka siap-siap saja
anda sebentar lagi akan mengalami kebangkrutan. Banyak yang sudah terjebak dari
permainan Rat Race, karena orang berlomba-lomba untuk keluar dari cash flow
yang negatif.
Rat
Race apa itu ?
Rat Race adalah
suatu pengejaran sesuatu tanpa henti, tetapi tidak mendapatkan hasil. Di dalam
pengertian finance, pengejaran tersebut merupakan penyeimbangan antara
pendapatan dengan biaya. Banyak yang tidak mempedulikan keuangan mereka karena
gaji yang besar, mereka mampu beli sesuatu yang mereka inginkan. Salah satu
contoh artis yang mengalami kebangkrutan adalah M.C Hammer yang memiliki biaya
yang terlalu besar sehingga tidak dapat membiayai kehidupan mewahnya.
Artis M.C Hammer yang terkenal lewat single “U Can’t
Touch This” mengalami kebangkrutan pada tahun 1996 dengan hutang 13 Juta USD.
Sebelumnya M.C Hammer mendapatkan 30 Juta USD pada awal 90an. Kemudian dia
membeli rumah besar seharga 12 Juta USD dan membayar para staffnya. Tidak lama
kemudian dia tidak bisa membiayai kehidupan mewahnya. Dia sekarang seorang
pendeta yang tinggal di sebuah rumah peternakan di California.
Jadi, apa yang harus dilakukan untuk keluar dari Rat Race
? Tentu saja dengan berinvestasi untuk mendapatkan pendapatan pasif. Banyak jenis investasi yang tersedia untuk
menambah pendapatan pasif anda. Jenis investasi adalah saham, perumahan,
deposito, obligasi, dan masih banyak lagi jenis investasi yang ada. Adapun tips
untuk memulai berinvestasi adalah :
·
Mulai berinvestasi sekarang
Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai berinvestasi walaupun
jumlah investasi yang sedikit. Sisakan sebagian gaji anda untuk
menginvestasikan dalam bentuk apapun sesuai keyakinan anda. Karena semakin lama
berinvestasi, maka semakin banyak pula uang yang didapat.
·
Belajar dari orang yang berpengalaman
Untuk membandingkan investasi mana yang cocok untuk anda,
harus berkonsultasi dengan penasehat investasi. mereka akan memberikan
keuntungan dan kerugian jenis yang akan diinvestasikan.
·
Mulai dengan hal yang familiar
Investasikan uang anda pada produk yang anda kenal dan
sudah mengetahui informasi tentang investasi tersebut. Karena hal ini dapat
meminimalkan risiko kerugian dari investasi tersebut.
·
Diversifikasi
Investasikanlah uang anda di produk yang berbeda-beda.
Hal tersebut dapat membagi risiko anda tidak hanya pada satu produk saja.
Karena kondisi pasar yang berubah-ubah memungkinkan untuk berbagai produk
mengalami penurunan nilai investasi.
Jadi, ayo kita keluar dari jebakan Rat Race. Mulailah
berinvestasi, besarkan pendapatan pasif anda agar terbebas dari cash flow yang
negatif.
Yuk Nabung Investasi dan Proteksi di CAR
3i-Networks..
Bisa gratis dan di gaji bulanan tanpa batas
Pendaftaran : Chat WA
- 08.42
- 0 Comments
Hayoo coba diitung-itung pengeluaran skincare
kalian selama tahun 2019 udah abis berapa 😌😌 Berarti muka kalian pasti pada shining
shimmering splendid nih mantep.
“Kata perempuan, skincare itu udah jadi
kebutuhan dan investasi masa depan”.
Terus disambungin juga, orang bilang ada harga
ada barang.
Otomatis cantik yg awet itu butuh kantong tebel
juga biar ga abal-abal”
Jadi kalau mau punya pasangan cantik, katanya
harus siap-siap sama biaya maintenancenya juga. Nah loh.
Sebenarnya sih boleh-boleh saja, asal beli nya
setelah mapan Finansial alias sudah Kaya, Invetasi dimana-mana, Sedekah sudah luar biasa. Jadi uang buat skincare nya bukan
rebutan sama uang buat makan, uang buat sekolah anak-anak, dst.
Menurut kamu gimana pemikiran tentang kalau
cewek cantik itu mesti high maintenance?
#YukMapanFinansial
#YukKaya
- 14.02
- 0 Comments
Percaya ga jaman sekarang masih ada yg namanya
harta karun? Tapi beda kayak di dongeng yg kotak kayu isinya emas berlian.
Menurut Om Lo Kheng Hong, harta karun terbesar jaman sekarang itu dalam bentuk PASAR MODAL
Kenapa gitu? Karena keuntungan yg bisa
didapatkan di pasar modal itu bisa besaaar banget. Bukan cuman ngalahin tingkat
inflasi aja, tapi bahkan juga bisa meningkatkan nilai kekayaan kita
berkali-kali lipat 🤩
"Menariknya lagi, investasi saham itu bisa dimulai dari nominal yg terjangkau. Kalau pemula langsung ke investasi properti mungkin modalnya lumayan besar. Jadi sambil ngumpulin dananya, kita bisa ningkatin nilai uang kita dulu di pasar modal"
Tapi bukan berarti kita langsung investasi asal
tanpa punya ilmunya, karena jadinya kita investasi berdasarkan spekulasi bukan
analisa. Saya sering banget bilang kalau pakai spekulasi, namanya bukan
investasi, tapi jadinya judi
Itu kenapa banyak orang salah kaprah sama
investasi saham, karena cara investasinya salah jadinya dianggap investasi
saham sama dengan “main” saham dan pasti bahaya, penuh resiko, dan kayak judi.
Karena itu sebelum investasi penting banget yg namanya investasi ilmu dan
pelajarin dulu produk investasinya seperti apa.
Jadi kamu siap berburu harta karun di pasar
modal?
Masih belum punya uang (modal). Tenang….! Saya kasih
solusi dengan CARa daftar jadi nasabah CAR 3i-Networks, otomatis Anda akan
mendapatkan Hasil Investasi Saham / Reksadana, Proteksi Jiwa jika sewaktu-waktu
Anda meninggal, dan Bisnis nya (mengajak orang punya Invest plus Proteksi) dengan Income tanpa batas. Sehingga Anda tidak
perlu mengeluarkan Uang Anda untuk berinvestasi di pasar modal.. Keren kan???
YUK DAFTAR SEKARANG :
PENDAFTARAN : Chat Me
SUPPORT SISTEM SARANG ON FACEBOOK ZEN
YUK DAFTAR SEKARANG :
PENDAFTARAN : Chat Me
SUPPORT SISTEM SARANG ON FACEBOOK ZEN
- 13.39
- 0 Comments
Siklus Kehidupan Finansial merupakan salah satu
konsep yang menjadi bagian dari perencanaan keuangan. Siklus tersebut
menggambarkan bahwa pada setiap tahapan kehidupan seseorang akan membutuhkan
‘strategi’ keuangan tertentu. Dengan memahami siklus tersebut, kita akan
menyadari betapa pentingnya sebuah perencanaan keuangan dan pengelolaan
kekayaan dalam kehidupan kita.
Jika ditelaah secara umum, siklus kehidupan
finansial seseorang mengikuti pola yang hampir serupa. Siklus tersebut dimulai
dari masa anak-anak dan dewasa, masa lajang, masa menikah/berumah tangga dan
memiliki anak, mapan berkarir, sampai dengan masa persiapan pensiun.
Pada dasarnya, siklus tersebut dapat kita
jalani dengan berpedoman pada enam prinsip :
- Memahami Pendapatan yang Diterima
- Menyisihkan
Uang pada Simpanan
- Berinvestasi
untuk Masa Depan
- Mengajukan
dan Menggunakan Pinjaman dengan Bijak
- Proteksi
Diri untuk Keadaan Darurat dan Masa Tua
- Belanja Pendapatan Secara Terencana
Prinsip tersebut dapat diterapkan pada setiap
tahapan kehidupan kita. Berikut ini adalah 3 tahapan besar siklus kehidupan
keuangan kita, yaitu :
#1 Tahap mengumpulkan kekayaan
Tahapan dimana seseorang, setelah melewati
masa anak-anak dan dewasanya (lulus dari SMA), mulai mencari pekerjaan dan
menghasilkan uang atau penghasilan. Dengan berjalannya waktu, orang tersebut
mulai memiliki pekerjaan yang tetap, penghasilannya semakin mencukupi, kemudian
menikah dan memiliki anak (family formation).
#2 Tahap melipatgandakan/meningkatkan kekayaan
Pada tahapan ini, seseorang memiliki
pendapatan dan karir yang semakin meningkat. Sehingga pada tahapan ini, orang
tersebut dapat melipatgandakan kekayaannya untuk kepentingan keluarganya di
masa mendatang (family development).
#3 Tahap mendistribusikan kekayaan
Pada tahapan ini, seseorang mulai
mempersiapkan warisan apa yang nantinya dapat diberikan pada keturunan dan
keluarganya.
- 15.47
- 0 Comments
“Cerdas Mengelola, Masa Depan Sejahtera”
Kedua tagline atau slogan di atas
merupakan kata-kata yang selalu disosialiasikan oleh OJK kepada seluruh lapisan
masyarakat pada saat melakukan edukasi keuangan. Slogan tersebut diharapkan
dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu bersikap
sebaik dan setepat mungkin dalam membelanjakan uang atau penghasilan yang
didapatkannya, terutama dikaitkan dengan produk keuangan. Uang atau penghasilan
dihasilkan setelah bekerja keras sudah seyogyanya digunakan dengan sebaik
mungkin untuk masa depan dan keluarganya.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa
saat ini kita hidup dalam era konsumerisme. Hampir semua jenis barang dan jasa
menjadi sangat mudah didapatkan. Dengan makin maraknya tawaran pembelian barang
secara mencicil, semua barang yang sebelumnya sulit untuk didapatkan, menjadi
lebih mudah untuk didapatkan. Di satu sisi, kondisi ini tentunya memberikan
manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, jika kita tidak
bijaksana menyikapinya, kita dapat terjebak menjadi orang yang lebih
mengutamakan ‘keinginan’ dan melupakan ‘kebutuhan’ dasar yang seharusnya
diprioritaskan.
Melalui kegiatan Edukasi dan
Sosialisasi (Edu-sos) yang terus digalakkan oleh OJK, masyarakat diajak untuk
menjadi makin pintar dan cerdas menggunakan uang dan penghasilannya. Setelah
menjadi pintar dan cerdas, maka akan menjadi bijak. Dan jika sikap tersebut
sudah terwujud, maka masa depan akan menjadi lebih dapat dipersiapkan dan
sejahtera.
Mengelola keuangan demi masa depan
bukanlah sesuatu hal yang sangat rumit dan sulit untuk dilakukan. Hal tersebut
dapat dilakukan salah satunya dengan apa yang disebut dengan aktivitas
Perencanaan Keuangan (Financial Planning).
Apa itu Perencanaan Keuangan ?
Perencanaan keuangan, menurut
Certified Financial Planner, Financial Planning Standards Board Indonesia,
adalah suatu proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan
keuangan secara terencana.
Tujuan-tujuan hidup yang ingin
dicapai oleh seseorang tersebut antara lain dapat berupa : menikah, memiliki
rumah sendiri, memiliki kendaraan pribadi, menunaikan ibadah haji, kesiapan
biaya pendidikan anak, serta tersedianya dana pensiun di hari tua.
Perencanaan Keuangan
membantu seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya
Manfaat dari perencanaan keuangan
bisa dirasakan dengan adanya “arah dan arti” keputusan finansial seseorang.
Melalui pengelolaan keuangan, seseorang bisa mengerti bagaimana setiap
keputusan keuangan yang dibuat berdampak ke area lain dari keseluruhan situasi
keuangan dirinya. Dengan melihat setiap keputusan finansial sebagai bagian dari
suatu keseluruhan, seseorang dapat mempertimbangkan efek jangka pendek dan
jangka panjang atas tujuan-tujuan hidupnya. Dia dapat lebih mudah beradaptasi
atas perubahan hidup dan merasa lebih aman karena tujuan-tujuannya berada di
jalur yang tepat.
Perencanaan keuangan dapat dijadikan
sebagai alat untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan keuangan di masa kini dan
masa depan.
Pada akhirnya nanti, seseorang
berharap bisa mencapai tujuan akhir dari perencanaan keuangan yaitu kebebasan
finansial (financial freedom), yang dapat diartikan : bebas dari hutang,
tersedianya arus penghasilan dari investasi yang telah dilakukannya, serta
terproteksi secara finansial dari risiko apapun yang mungkin terjadi.
Dalam menyusun perencanaan keuangan,
seseorang akan dipengaruhi oleh kondisi (live event) yang sedang dialaminya
sehingga dengan demikian perencanaan keuangan akan bersifat spesifik.
Perencanaan keuangan juga merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan
bersifat dinamis. Pada suatu saat, rencana tersebut dapat memerlukan
penyesuaian.
Berikut merupakan beberapa kondisi
atau kejadian yang dapat mempengaruhi perencanaan keuangan seseorang :
·
Status perkawinannya (belum menikah
atau sudah menikah)
·
Kondisi pekerjaan (sudah memiliki
pekerjaan tetap atau belum)
·
Usianya (umur yang semakin bertambah)
·
Kondisi keluarganya (jumlah anggota
keluarga yang manjadi tanggungan)
· Kondisi perekonomian nasional
(kemudahan dalam mencari pekerjaan dan penghasilan)
·
Tingkat pendidikannya (tingkat
pendidikan mempengaruhi penghasilan), serta
·
Kondisi kesehatannya (mempengaruhi
biaya dan kelangsungan dari pendapatan).
Perubahan pada salah satu atau
beberapa kondisi di atas dapat mempengaruhi perencanaan keuangan yang sudah
dibuat seseorang atau keluarga. Sehingga seringkali perencanaan keuangan
seseorang harus disusun kembali (bersifat dinamis).
Proses Perencanaan Keuangan
Proses perencanaan keuangan keluarga
sangat perlu dilakukan demi mengantisipasi pengeluaran yang kurang di butuhkan,
dan membiasakan hidup hemat tanpa boros. Apalagi dengan pendapatan yang minim, Anda dapat menyusun perencanaan keuangan sendiri
melalui 5 (lima) langkah berikut ini :
1. Mengevaluasi kondisi keuangan Anda saat ini
Melakukan analisis dengan
memperhatikan kondisi terkini, seperti status perkawinan, jumlah anggota
keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, dan lain-lainnya.
2. Menyusun tujuan-tujuan keuangan Anda
Disusun tujuan-tujuan yang ingin
dicapai, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, seperti :
·
Memiliki tabungan di bank sebanyak 20
juta pada 2 tahun ke depan,
·
Ingin memiliki rumah sendiri pada 10
tahun ke depan,
·
Memiliki mobil pribadi 3 tahun ke depan,
·
Menunaikan ibadah haji 15 tahun ke
depan.
3. Menyusun perencanaan keuangan dan alternatifnya untuk mencapai
tujuan-tujuan keuangan
Perencanaan keuangan dapat berupa
kegiatan yang akan dilakukan dan bauran produk keuangan yang akan digunakan,
dikaitkan dengan jangka waktu pencapaiannya.
Misalkan :
· Membayar sebesar Rp. 350.000 / bulan
untuk premi asuransi pendidikan anak selama 10 tahun
·
Menabung sebesar Rp. 500.000 / bulan
untuk dana naik haji selama 15 tahun
·
Mencicil sebesar Rp. 1,5 juta / bulan
untuk kredit pembelian mobil selama 10 tahun
4. Melaksanakan perencanaan keuangan yang sudah tersusun dengan disiplin
5. Mereview dan menyempurnakan rencana keuangan secara periodik untuk
menyesuaikan kondisi keuangan terkini
Kondisi keuangan seseorang bisa
berubah. Misalnya seperti : lahirnya anggota keluarga baru, mengalami sakit
yang membutuhkan biaya besar dan terganggunya sumber penghasilan keluarga,
meningkatnya pendapatan secara signifikan, dan lain-lain.
Jika terjadi perubahan, maka proses
perencanaan keuangan akan dilakukan lagi dimulai dari awal proses (mengevaluasi
kondisi keuangan terkini) dan diteruskan dengan proses-proses berikutnya.



















