:::: MENU ::::

Informasi Bisnis dan Umum

Tampilkan postingan dengan label Kemenkes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemenkes. Tampilkan semua postingan
Ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama satu tahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Kemudian dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang rahasia kaum muslimin yang jarang mengalami sakit.
Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah dua kali mengalami sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang kala itu menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Apa Sajakah Tips Rahasia Sehat Dari Rasulullah?
1.   Rasulullah Cepat Tidur dan Cepat Bangun
Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itulah yang melatar belakangi beliau tidak berbincang-bincang setelah waktu isya.
Jika sudah waktunya tidur Rasulullah akan cepat tidur. Rata-rata beliau sudah tidur sebelum pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 beliau sudah terbangun untuk melakukan sholat malam.
2.   Rasulullah Sering Berpuasa
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa… Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Puasa memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan, bahkan beberapa penyakit berbahaya seperti serangan jantung, hipertensi, diabetes, dan kanker dapat disembuhkan.
3.   Tidak Pemarah
Rasulullah pernah menasihati sahabatnya sebanyak tiga kali yang berbunyi sama yaitu “Jangan marah”. Nasihat ini menunjukan bahwa hakikat kekuatan manusia bukan terletak pada jasad, melainkan kebersihan jiwa. Selain itu, tidak mudah marah juga terbukti sangat menyehatkan tubuh.
4.   Jaga Kebersihan
“Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Rasulullah terkenal sebagai pribadi yang bersih dan rapi. Setiap hari kamis atau jumat, beliau secara rutin mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak, serta memakai minyak wangi.
Rasul juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi melalui sunah Beliau bersiwaq yang sampai saat ini masih dianut umatnya.
5.   Menjaga Pola Makan
Di pagi hari Rasulullah suka mengonsumsi segelas air dingin yang dicampur dengan madu asli. Kemudian memasuki waktu dhuha (pagi menjelang siang), Beliau mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’.
Ditinjau dari dunia kesehatan madu dan kurma memiliki banyak manfaat bagi sistem pencernaan, termasuk salah satunya menetralisir racun. Manfaat ini sudah terbukti ketika Rosul diracuni oleh seorang wanita Yahudi di Madinah.
Kemudian memasuki siang menjelang sore, Rosul mengonsumsi minyak zaitun. “…Sesungguhnya zaitun itu adalah pohon yang diberkahi”. Sedangkan di malam hari Beliau mengonsumsi sayuran-sayuran segar kaya nutrisi.
Secara umum, sayuran memiliki kandungan antioksidan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Setelah makan malam Rosul tidak langsung tidur. Beliau melakukan aktivitas seperti sholat agar makanan bisa tercerna secara optimal.
6.   Berolahraga
Rasulullah pun tak lupa melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukan bahwa tubuh Beliau tidak hanya sehat tapi juga kuat. Beliau pernah lomba lari, gulat, dan bahkan memanah.
7.   Bersosialisasi
Seperti kita ketahui bersama, Rasulullah adalah pribadi yang suka bersilaturahmi dengan para sahabat dan tetangganya. Bersosialisasi adalah salah satu tips menjaga kesehatan yang patut kita tiru saat ini.
8.   Berbekam
Said bin Jubir berkata dari Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah saw pernah bersabda : “Kesembuhan dapat diperoleh melalui tiga cara: pertama dengan meminum madu (obat herbal), dengan berbekam/hijamah, dan terapi besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas” (HR. Bukhori).
Bagaimana, tertarik mencoba cara hidup sehat diatas? Itulah sajian tips gaya hidup sehat dari para pakar dan Rasulullah yang bisa saya sampaikan.
Semoga bermanfaat dan selamat mencobanya.


Cuaca yang berubah-ubah beberapa waktu belakangan ini dapat menyebabkan kondisi tubuh menurun. Mengonsumsi makanan yang bergizi saja, ternyata tak lantas menjamin tubuh jadi kebal terhadap penyakit, khususnya flu.
Salah satu penyebab utama penyakit flu adalah akibat menurunnya kekebalan tubuh. Nah, tambahan asupan buah-buahan dalam makanan sehari-hari bisa membantu tubuh menangkal flu yang dapat menyerang sewaktu-waktu.
Berbagai jenis buah dapat membantu tubuh kamu melawan virus dan bakteri yang menyerang, terutama pada kondisi cuaca tak menentu belakangan ini. “Vitamin yang terdapat dalam buah dapat membantu menjaga kekebalan tubuh dengan lebih baik, sehingga tubuh tak lekas rentan terhadap flu dan demam,” ujar Amy Howell, Ph.D, seorang peneliti di Rutgers University. Selain itu, beberapa jenis buah pun dapat membantu menurunkan resiko terserang penyakit jantung dan kanker.
Nah, dikutip dari Boldsky, berikut ini adalah 7 jenis buah yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh kamu, sekaligus mencegah flu yang menyerang :
1. Apel
Buah apel merupakan salah satu sumber antioksidan yang tinggi. Antioksidan yang terkandung dalam satu buah apel sama dengan 1500 mg vitamin C. Selain itu, buah apel juga sarat akan perlindungan flavanoid, yang sangat bermanfaat dalam mencegah terjadinya serangan jantung dan juga kanker.
2. Pepaya
Kandungan 250% RDA dari vitamin C yang terdapat dalam buah pepaya ternyata dapat menjaga tubuh kamu dari demam. Kandungan beta-karoten, vitamin C dan juga vitamin E dalam pepaya mengurangi peradangan yang terjadi di dalam tubuh dan mengurangi timbulnya asma.
3. Jeruk
Selain kaya akan vitamin C, buah jeruk juga berguna sebagai anti-oksidan bagi tubuh kita. Jeruk juga termasuk jenis buah yang rendah kalori, karenanya baik dikonsumsi bagi mereka yang mengalami obesitas.
4. Pisang
Pisang menjadi salah satu sumber vitamin B6 tertinggi jika dibandingkan buah-buahan lainnya. Pisang juga bisa mengurangi rasa letih, depresi, stres, dan insomnia. Kandungan magnesiumnya yang tinggi juga membantu membuat tulang kamu lebih kuat. Sedangkan potasium yang terkandung pada pisang dapat membantu mencegah serangan jantung dan tekanan darah tinggi.
5. Cranberries
Cranberries mengandung antioksidan yang tinggi, melebihi buah dan sayur pada umumnya. Satu ikat cranberry memiliki kandungan antioksidan 5 kali lebih banyak dibandingkan brokoli. Cranberry merupakan probiotik alami yang membantu memperbanyak bakteri baik dalam tubuh, dan melindungi tubuh dari penyakit yang terbawa dari makanan.
6. Jeruk Bali
Jeruk bali sarat akan vitamin C, selain itu juga mengandung senyawa alami yang disebut limonoid yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol. Jenis jeruk bali merah adalah sumber yang sangat potensial untuk melawan kanker karena kandungan lycopen-nya.
7. Kiwi
Mineral yang terkandung di dalam buah kiwi mampu meningkatkan kekuatan otot dan saraf. Di dalam buah kiwi juga tersimpan kandungan sekitar 90 hingga 110 miligram vitamin C. Buah kiwi juga dilengkapi oleh kandungan flavanoid dan karotenoid, yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh serta membantu pernafasan dan jantung.



Pencegahan penyakit merupakan hal yang sangat penting namun sering kali terlupakan ataupun sengaja dilupakan. Namun perlu disadari mencegah penyakit sebenarnya lebih murah dari pada mengobati, jadi kenapa kita tidak mencegah sebelum sakit? Beberapa dari kita mungkin belum mengetahui secara tepat bagaimana cara mencegah dan merawat agar kesehatan gigi dan mulut kita tetap terjaga dengan baik.
Berikut ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit gigi dan mulut :
1.    Memelihara kebersihan mulut ( menghilangkan plak dan bakteri ).
Memelihara kebersian mulut dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menggosok gigi secara rutin, agar kita dapat memutus rantai penyebab terjadinya karies dan berbagai penyakit mulut lainnya.
2.    Memperkuat gigi ( dengan Flour ).
Cara memperkuat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flour. Namun beberapa dari kita mungkin masih percaya dan menggunakan daun sirih untuk menyehatkan gigi. Tidak dianjurkan menyikat gigi dengan menggunakan batu bata ataupun dengan tanah liat, beberapa orang masih menggunakan cara ini dengan harapan gigi terlihat lebih bersih dan kuat. Namun pada kenyataannya penggunaan bata malah akan mengikis lapisan email gigi.
3.    Mengurangi konsumsi makanan yang manis dan lengket.
Makanan yang kita makan merupakan nutrisi yang penting untuk tubuh kita namun beberapa makanan mungkin tidak cocok untuk kesehatan gigi dan mulut kita, sebenarnya bukan tidak boleh namun apabila kita mengkonsumsi makanan manis dan lengket sebaiknya setelah itu langgung menggosok gigi dengan bersih agar sisa-sisa dari makanan tersebut tidak menempel pada sela-sela gigi yang akan mempercepat terjadinya proses karies dan berbagai penyakit mulut lainnya.
4.    Membiasakan konsumsi makanan berserat dan menyehatkan gigi.
Makanan serat selain bagus untuk kesehatan tubuh juga bagus untuk kesehatan gigi dan mulut. Bagi yang suka menggunakan tusuk gigi setelah makan untuk membersihkan sisa-sisa makanan cobalah untuk mengganti tusuk gigi dengan buah-buahan seperti apel, melon, pepaya,dll. Buah-buahan ini akan membantu kita untuk membersihkan sia-sia makanan yang menempel pada sela-sela gigi kita.
Setelah kita mengetahui cara ini ada baiknya kita mulai berbagi ilmu ini kepada orang-orang terdekat kita agar nantinya mereka dapat mengingatkan kita apabila kita lupa. Jadi mulailah mengajak orang terdekat dan yang anda sayangi untuk sama-sama menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Mungkin lebih baik jika anda tempelkan tulisan diwastafel, kamar mandi ataupun diruang makan anda. Dari uraian diatas bisa disingkat seperti ini :
1.    Sikat gigi minimal 2 kali yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur malam.
2.    Gunakan sikat gigi yang berbulu halus dan pasta gigi berflouride.
3.    Sikat seluruh permukaan gigi selama 2 menit, dan berkumur cukup 1 kali.
4.  Kurangi makan makanan yang bergula dan lengket ( tidak lebih dari 2 kali diantara waktu makan ).
5.    Makan buah berserat sebagai pencuci mulut.


Ayang-Ayangan adalah salah satu indikasi dari penyakit infeksi saluran kemih atau juga gangguan pada ginjal. Hati – hati dan waspada Anda dan keluarga akan terkena penyakit ayang-ayangan. Penyakit Ayang-Ayangan biasanya di tandai dengan gejala rasa sakit dan terbakar saat Anda sedang buang air kecil. Yang biasanya air kencing yang keluar banyak, namun karena penyakit ayang-ayangan keluarnya jadi sedikit-sedikit dan disertai rasa sakit yang sangat panas.
Gejala Ayang – Ayangan
Menurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya. Namun, volumenya sedikit-sedikit. “Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah  dalam penyimpanan air seni di kandung kencing,” jelasnya.
Anyang-anyangan tidak selalu menimbulkan gejala yang spesifik. Namun kondisi berikut secara umum dapat menjadi tanda-tanda Anda bisa jadi mengalami anyang-anyangan :
1.        Hasrat berlebih untuk buang air kecil.
2.        Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit.
3.        Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita.
4.        Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus.
5.        Rasa perih ketika buang air kecil.
6.        Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah.
7.        Merasa lelah dan kurang sehat.
8.        Demam
Apa Penyebab Ayang – Ayangan ?
1.        Bakteri E.Coli
2.        Chlamydia
3.        Alergi
4.        Kurang Menjaga Kebersihan
5.        Struktur Organ Intim yang Tidak Normal
6.        Gangguan Prostat
7.        Diabetes
8.        Dehidrasi
9.    Kehamilan
10. Alat KB
11. Menopause
12. Batu Ginjal

Lalu Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Ayang-Ayangan?
Jangan khawatir, cara mengatasi ayang-ayangan ada  Prive Uri – Cran. Prive Uri – Cran terbuat dari ekstrak buah Cranberry. Cranberry adalah tanaman jenis berry yang termasuk tanaman semak yang biasanya tumbuh liar. Tanaman Cranberry memiliki banyak kesamaan dengan blueberry. Buah ini mempunyai kadar vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu kaya akan serat makanan, mineral, dan sianidin.
Apa Saja Varian Prive Uri – Cran?
Prive Uri – Cran memiliki 2 varian yaitu :

Privé Uri-cran bukan hanya solusi untuk mencegah dan mengatasi Anyang-anyangan, tapi bermanfaat juga untuk menjaga kesehatan saluran kemih. Privé Uri-cran plus dalam bentuk powder sachet bisa diminum kapanpun dan dimanapun.

Ayo jaga kesehatan mu dengan Prive Uri – Cran!
Data Health Sector Review tahun 2014, menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran pola penyakit dimana 3 peringkat penyakit tertinggi yang menjadi beban di Indonesia yaitu penyakit cerebrovascular (peringkat pertama), kecelakaan Lalu Lintas (peringkat ke dua) dan penyakit jantung iskemik ( peringkat ke tiga).
Tingginya kasus kegawatdaruratan penyakit tersebut, mendorong Kementerian kesehatan melakukan terobosan baru untuk meningkatkan layanan kegawatdaruratan, yaitu melalui layanan 119. Layanan ini menyediakan layanan emergensi khususnya emergensi medik dengan menggunakan kode akses 119 dan bebas biaya.
“Layanan kegawatdaruratan medis melalui nomor 119 dapat diakses secara luas dan gratis oleh masyarakat melalui telepon seluler maupun telepon rumah”, ujar Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(9K) pada acara soft launching Pusat Komando Nasional atau National Comand Center (NCC) 119, di Jakarta (1/7).
Peluncuran 119 sejalan dengan agenda ke lima Nawa Cita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, maka dalam perjalanannya Kementerian Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. salah satu caranya adalah melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Layanan 119 merupakan kolaborasi nasional antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, dimana terjadi integrasi layanan antara Pusat Komando Nasional atau National Command Center (NCC) yang berada di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, dengan Public Safety Center (PSC) yang berada di tiap Kabupaten/Kota.
PSC merupakan amanah dari instruksi Presiden No.4 Tahun 2013, dimana seluruh kabupaten / kota di Indonesia harus membentuk PSC. Untuk itu, secara bertahap, layanan ini akan terus dikembangkan sampai semua daerah otonom (kab/kota) memiliki PSC sebagaimana fungsi PSC sebagai pusat koordinasi layanan kegawatdaruratan di suatu daerah.
PSC berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan lokasi kejadian untuk mobilisasi ataupun merujuk pasien guna mendapatkan penanganan gawat darurat (tergantung kondisi pasien). PSC dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan unit teknis lainnya di luar bidang kesehatan seperti kepolisian dan pemadam kebakaran tergantung kekhususan dan kebutuhan daerah.
Adapun layanan di PSC yang dapat diakses antara lain adalah 1) penanganan kegawatdaruratan dengan menggunakan protokol; 2) kebutuhan informasi ruang di rumah sakit; 3) informasi fasilitas kesehatan terdekat; dan 4) Informasi ambulans.
Selain itu, pelayanan medik yang diberikan oleh PSC 119 antara lain: panduan tindakan awal melalui algoritma gawat darurat, mengirim bantuan petugas dan ambulans, serta mengirim pasien ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
NCC inilah yang akan menggabungkan dan mengkoordinasikan PSC-PSC yang ada di daerah karena semua panggilan 119 akan masuk ke NCC. Untuk daerah yang sudah memiliki PSC panggilan akan dijawab langsung melalui PSC didaerah tersebut, sedangkan bagi daerah yang belum memiliki PSC, sementara waktu akan coba dibantu melalui operator yang ada di NCC.
Sebagai tahap awal, mulai 1 Juli 2016 layanan 119 dapat difungsikan di 27 lokasi di Indonesia, yaitu di Aceh; Sumatera Utara; Kab. Bangka; Kota Bandung; Kota Yogyakarta; Kota Solo; Kab. Wonosobo;kab. Boyolali; kab. Tulung Agung; Kota Mataram; DKI Jakarta; Kab. Bangtaeng, Manado; Kab. Tangerang; Sumatera Selatan; Kab.Bekasi; Kota Bekasi; Kota Makasar; Kota Tangerang Selatan; Sragen; kab. Kendal; kota Cirebon; Kab. Tuban; kab. Trenggalek; Kota Denpasar; BPBD Provinsi Bali; dan Kab. Badung Bali.
“Untuk saat ini layanan PSC 119 baru bekerja sama dengan rumah sakit vertikal milik pemerintah di 27 titik/lokasi, tapi kami harapkan kedepan akan semakin meluas”, tambah Menkes.
Alur 119 dimulai saat NCC menerima panggilan dari masyarakat di seluruh Indonesia selama 24 jam. Telepon yang bersifat gawat darurat akan diteruskan/dispatch ke PSC Kabupaten/Kota yang selanjutnya akan menangani sekaligus menindaklanjuti laporan gawat darurat yang dibutuhkan. Sedangkan telepon yang bersifat pertanyaan atau kebutuhan informasi kesehatan lainnya dan pengaduan kesehatan akan diteruskan/dispatch ke nomor Halo Kemkes (1500-567).
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567,SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kemenkes
Orang tua yang bijak akan selalu memperhatikan tiap detik anaknya mulai dari asupan makanan, kebersihan lingkungan dan lain sebagainya. Sebaliknya orang tua yang memang kurang memahami pentingnya kesehatan, kadang cuek dan enggan untuk memahami hal-hal terkecil sekalipun dalam mengurus anak. Di lansir  Direktorat Promosi Kesehatan - Kementerian Kesehatan RI, berikut 6 kebiasaan buruk orang tua yang dapat membahayakan kesehatan Anak.
Apa sajakah itu?
1.    Memberi makanan padat terlalu cepat. Ingat! bayi 0-6 bulan hanya diberikan ASI tanpa tambahan lain, ASI Ekslusif makanan terbaiknya.
2.    Mengunyah dan meniup-niup makanan sebelum diberikan ke anak. Hal ini justru akan mengkontaminasi makanan dengan kuman.
3.    Sakit flu namun tetap mencium-cium anak. Sakit flu bisa menyerang siapa saja ayah atau ibu kadang dapat menjadi sumber penularan pada bayi atau anak.
4.   Orang tua perokok menggendong dan mencium anak. Anak akan terpapar asap rokok yang berbahaya. Dan orang tua perokok yang mencium anaknya akan menghembuskan udara nafas yang masih mengandung zat dari asap rokok.
5.    Malas cuci tangan sebelum menyiapkan dan memberikan makan kuman yang ada di tangan dapat berpindah dan menempel pada makanan atau alat makan.

6. Memberikan makanan anak hanya berdasarkan kesukaannya ibu harus memperkenalkan dan mengolah dengan baik agar anak mau makan sayur& buah.
Antibiotika adalah obat untuk mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sebagai salah satu jenis obat umum, antibiotika banyak beredar di masyarakat. Hanya saja, masih ditemukan perilaku yang salah dalam penggunaan antibiotika yang menjadi risiko terjadinya resistensi antibiotik, diantaranya: peresepan antibiotik secara berlebihan oleh tenaga kesehatan; adanya anggapan yang salah di masyarakat bahwa antibiotik merupakan obat dari segala penyakit; dan lalai dalam menghabiskan atau menyelesaiakan  treatment antibiotik.
Menanggapi pemberitaan yang mengemuka mengenai resistensi antibiotika, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH, mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi antibiotika.
“Masyarakat tidak boleh membeli antibiotik sendiri tanpa ada resep dari dokter. Apabila sakit harus berobat di fasilitas pelayanan kesehatan. Antobiotik harus diminum sampai tuntas dan teratur sesuai anjuran dokter,” tegas drg. Oscar di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa sore (19/4).
Lebih lanjut dijelaskan oleh penanggung jawab resistensi antimikroba WHO Indonesia, dr. Dewi Indriani, resistensi antibiotik terjadi saat reaksi bakteri terhadap antibiotika tidak sebagaimana harusnya, sehingga antibiotika tidak ampuh lagi.
“Kita mengkhawatirkan terjadinya era post antibiotic, dimana penyakit sederhanya yang sebenarnya bisa disembuhkan antibiotik malah jadi berbahaya,” jelas dr. Dewi dalam kegiatan  media briefing bertajuk “One Heath Approach: Strategi Kurangi Maraknya Bakteri Kebal Antibiotik” yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, selasa pagi (19/4).
Jika masalah resistensi antibiotika tidak segera ditangani, para pakar memperkirakan bahwa pada tahun 2050, lebih kurang 10 juta orang di dunia meninggal karena resistensi antibiotika.
“Resistensi antibiotika mengakibatkan biaya kesehatan menjadi lebih tinggi karena penyakit lebih sulit diobati; butuhkan waktu perawatan yang lebih lama; dan membawa risiko kematian yang lebih besar,” tambah dr. Dewi.
Sementara itu, anggota Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr Kuntaman, MS., Sp.MKK, mengatakan bahwa masyarakat harus memahami, demam memang tanda adanya infeksi di dalam tubuh. Namun, tidak semua infeksi disebabkan oleh bakteri, sehingga tidak semua infeksi membutuhkan antibiotika.
“Semisal pasien patah tulang karena kecelakaan, demam (panas) badannya., terapinya analgesik dan antipirektik, bukan antibiotik. Contoh lain, bakteri E-coli di tubuh kita dalam jumlah tertentu bermanfaat, namun bila jumlahnya terlalu banyak menyebabkan diare. Jika benar karena itu, boleh gunakan antibiotik, meskipun sebenarnya diare ada yang butuh antibiotik ada juga yang tidak,” tutur Prof. Kuntaman.
Belum banyak diketahui bahwa sebenarnya sifat resisten pada bakteri awalnya tidak merugikan, justru merupakan penyeimbang kehidupan. Namun, perilaku penggunaan antibiotika secara berlebihan mengakibatkan sifat resisten yang semula menguntungkan manusia justru berbalik menjadi ancaman.
“Mikroflora atau bakteri baik yang ada di dalam tubuh kita, berfungsi sebagai vaksin alami. Namun, resistensi antibiotika menyebabkan proteksi tubuh melemah, sehingga bakteri yang seharusnya menjadi sahabat justru menjadi sumber penyakit. Ini dinamakan infeksi opportunistic”, terang Prof. Kuntaman.
Menutup kegiatan tersebut, Prof. Kuntaman menyatakan bahwa dibutuhkan perubahan mindset masyarakat dan tenaga kesehatan agar tidak sembarangan gunakan antibiotika. Selain itu, dikemukakan bahwa hasil berbagai riset terkait resistensi antimikroba yang tengah dilakukan menjadi dasar bagi KPRA untuk mengajukan pedoman kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dalam upaya meningkatkan penggunaan antibiotika secara bijak serta membuat peraturan terkait pembatasan penggunaaan antibiotika di Indonesia.
“Peraturan tersebut antara lain mencakup pelarangan apotek untuk menjual antibiotika tanpa resep dan membatasi masyarakat untuk menggunakan obat-obatan tanpa resep dokter”, tandas Prof. Kuntaman.
Resistensi antibiotika menjadi fokus dunia, berkaitan dengan hal tersebut, tiga hari yang lalu (16/3), para Menteri Kesehatan yang berasal dari 12 negara Asia Pasifik dalam pertemuan Tokyo Meeting of Health Ministers on Antimicrobial Resistance in Asia, bersepakat untuk pengendalian Resistensi Antibiotika atau Anti Microbial Resistance (AMR) secara terpadu dan kolaboratif. Masalah resistensi antibiotika ini berkembang menjadi ancaman serius terhadap keamanan global, ketahanan pangan, serta tantangan pembangunan berkelanjutan dengan dampak yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi.
Tidak hanya mengancam manusia, resistensi antibiotika juga mengancam hewan dan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan one health yang melibatkan sektor kesehatan, pertanian (termasuk peternakan dan kesehatan hewan), serta lingkungan.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat  email kontak@kemkes.go.id.