:::: MENU ::::

Informasi Bisnis dan Umum

Tampilkan postingan dengan label Dunia Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Sekolah. Tampilkan semua postingan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) saat ini sudah berada di rekening kas umum daerah (RKUD). Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak membayarkan tunjangan tersebut kepada guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) yang telah memiliki sertifikasi profesi.
“Dana tunjangan profesi guru tersebut saat ini sudah ada di kas daerah, yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran TPG kepada guru-guru yang memang telah memiliki sertifikat. Dan oleh karena itu, tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak membayarkan hak TPG kepada setiap guru yang telah memiliki sertifikat,” jelasnya dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu (31/08) di Jakarta.
Seperti di ketahui, pemerintah melakukan penghematan anggaran TPG tahun 2016 sebesar Rp 23,4 triliun. Penghematan TPG tersebut ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan riil pemenuhan TPG di daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan sisa dana TPG tahun-tahun sebelumnya di RKUD.
Akumulasi sisa TPG di RKUD, yang mencapai Rp 19,6 triliun tersebut, menurut Menkeu, dapat dipergunakan oleh pemerintah daerah untuk pemenuhan kebutuhan pembayaran TPG kepada guru PNSD bersertifikasi profesi tahun 2016. Penghematan ini sendiri diharapkan dapat mendorong efisiensi pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah.
“Diharapkan kebijakan penghematan dana TPG dapat mengurangi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang bersumber dari dana TPG, serta mendorong efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah. Pengurangan SiLPA APBD yang bersumber dari sisa TPG dimaksud juga ditujukan untuk dapat meningkatkan kinerja APBD,” urainya.


Indonesia memiliki situs manusia purba terbesar di dunia loh, nama nya Situs Sangiran. Situs Sangiran merupakan salah satu situs Manusia Purba yang terbesar dan terpenting di dunia. Situs Sangiran terdapat di Kabupaten Sragen dan Karanganyar. Pada situs Sangiran telah ditemukan sebanyak sekitar 100 fosil manusia purba (Homo erectus) atau 50% lebih temuan fosil Homo erectus di dunia, dan lebih dari 60% yang ditemukan di Indonesia. Oleh karena kandungannya yang mempunyai nilai tinggi pada kesejarahan dan ilmu pengetahuan, maka Situs Sangiran telah ditetapkan sebagai daerah Cagar Budaya. Selain itu, UNESCO telah menetapkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia (World Culture Heritage).
Koleksi Museum Sangiran
Berikut ini adalah beberapa koleksi yang tersimpan di Museum Sangiran :
1.   Fosil manusia, antara lain Australopithecus africanus (replika), Pithecanthropus mojokertensis(Pithecanthropus robustus) (replika), Homo soloensis (replika), Homo neanderthal Eropa (replika),Homo neanderthal Asia (replika), dan Homo sapiens.

2.     Fosil binatang bertulang belakang, antara lain Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus(gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinoceros sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba).

3.       Fosil binatang laut dan air tawar, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Moluska (kelas Pelecypoda dan Gastropoda), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera.

4.       Batuan, antara lain rijang, kalsedon, batu meteor, dan diatom.

5.      Artefak batu, antara lain serpih dan bilah, serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak. Sebagai bagian dari warisan budaya dunia (World Culture Heritage) serta bagian dari Cagar Budaya Nasional, Situs Sangiran memiliki kandungan nilai tinggi pada kesejarahan dan ilmu pengetahuan, maka sudah sepantasnya Situs Sangiran perlu terus dijaga kelestariannya.



Pemerintah terus menggenjot percepatan implementasi kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi program unggulan Presiden Jokowi. PIP diperuntukan bagi anak usia sekolah untuk memberikan manfaat pendidikan secara optimal. Sasaran penerima KIP adalah setiap anak usia sekolah (6 – 21 tahun) baik yang telah bersekolah maupun yang belum terdaftar di sekolah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyegerakan proses pencetakan dan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa alokasi 1,4 juta  KIP akan terdistribusi bertahap ke madrasah. “Tahap pertama sejumlah 924.735 kartu  akan segera didistribusikan,” jelas M Nur Kholis, Minggu (24/04).
Jumlah itu, lanjutnya, terdiri dari 412.773 KIP untuk siswa MI,   432.219 untuk siswa MTs, dan 79.383 KIPuntuk siswa MA. “Total  ada 924.375 KIP yang siap untuk tahap pertama. Data mereka sudah fix by name by address hasil validasi bersama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan  (TNP2K),” terang sosok yang juga Guru Besar UIN Yogyakarta ini.
“Tahap kedua, datanya sedang tahap validasi sesuai  kuota yang tersedia dan diharapkan bisa segera selesai juga,” tambahnya.
Sebelumnya,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan bahwa kartu KIP telah dicetak dan secara bertahap didistribusikan untuk menjangkau anak-anak usia sekolah di seluruh wilayah tanah air. “Setelah proses pencetakan Kartu Indonesia Pintar proses distribusi KIP secara bertahap juga telah dilakukan dan akan tuntas semua pada bulan Mei nanti,” kata Mendikbud Anies Baswedan di Jakarta, Kamis (21/4).
Pencetakan dan pengiriman KIP telah dilakukan secara bertahap ke seluruh Indonesia mulai awal tahun 2016. Di tahun 2016, target penerima dana KIP terus diperluas dengan menyasar anak usia sekolah (6-21 tahun) yang belum bersekolah. Supaya menyasar target yang tepat, KIP 2016 menggunakan data terbaru dari Basis Data Terpadu (BDT) yang diterima bertahap dari TNP2K mulai 10 Februari hingga 1 Maret 2016. Pencetakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mulai dilakukan setelah data dari TNP2K melalui proses filter dan sinkronisasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kemdikbud.  (mkd/mkd)

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membiayai seluruh proses sertifikasi untuk 555.467 guru. Guru yang akan dibiayai sertifikasinya tersebut merupakan guru dalam jabatan (guru yang diangkat sebelum 31 Desember 2005), dan guru yang diangkat dalam kurun waktu 31 Desember 2005 s.d 31 Desember 2015. Sertifikasi guru tersebut akan dilakukan melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang dibagi menjadi empat gelombang, sehingga pada tahun 2019 mereka semua ditargetkan sudah tersertifikasi.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata mengatakan, kebijakan tersebut diambil pada Senin lalu (11/4/2016) dan sudah disepakati Rabu kemarin (20/4/2016) dengan forum rektor perguruan tinggi negeri di Universitas Negeri Jakarta.
“Jumlahnya kan banyak, ada 555.467 orang. Tidak mungkin dilakukan dalam satu tahun. Maka dengan forum rektor disepakati untuk dibagi menjadi empat batch (gelombang), yaitu tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019. Jadi di masa pemerintahan Jokowi sertifikasi guru selesai,” ujar pria yang akrab disapa Pranata itu, kemarin (13/4/2016), di Jakarta. Diperkirakan, setiap tahunnya (satu gelombang), akan ada sekitar 140-ribu guru yang mengikuti PLPG.
Terkait Pakta Integritas yang mencantumkan bahwa calon peserta sertifikasi guru untuk jalur SG-PPG (Sertifikasi Guru-Pendidikan Profesi Guru) harus membiayai sendiri, Pranata mengatakan hal tersebut akan direvisi sambil menunggu Surat Edaran dari Dirjen GTK Kemendikbud. SG-PPG dengan pembiayaan sendiri hanya diberlakukan bagi guru baru, yakni mereka yang mulai menjadi guru pada tahun 2016.
“Kami akan koordinasi dengan dinas pendidikan di seluruh Indonesia dan seluruh lembaga penyelenggara sertifikasi guru, yaitu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Prinsip dasarnya, untuk guru yang sudah diangkat sampai tahun 2015, pemerintah akan biayai proses sertifikasinya,” tutur Pranata. Pendaftaran calon peserta PLPG juga akan diperpanjang hingga Mei 2016.
Pranata juga menegaskan, pembebasan biaya sertifikasi guru oleh pemerintah tersebut tetap harus memerhatikan kualitas guru. Setelah mengikuti PLPG, para guru harus lulus Ujian Tulis Nasional (UTN) dengan nilai minimal 80 (dari 100). Jika dinyatakan tidak lulus UTN karena nilainya tidak mencapai 80, guru tersebut tidak bisa mengikuti PLPG untuk kedua kalinya karena PLPG hanya bisa diikuti satu kali. Namun ia tetap bisa mengikuti UTN lagi.
Kewajiban bagi guru untuk memiliki sertifikat pendidik diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (UUGD).  UU tersebut menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional minimum harus sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.


Pemerintah Indonesia dan Australia hari ini meluncurkan game edukasi untuk siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama berjudul "Next Door Land".
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop meluncurkan permainan edukasi yang akan membawa para pemainnya berpetualang secara virtual ke Indonesia atau Australia itu di SDN 02 Menteng, Jakarta.
Para pemain akan melewati petualangan-petualangan kecil dengan beragam tema, membaca komik animasi dan mendapatkan rangkaian informasi menarik saat memainkan permainan tersebut. 
Secara virtual mereka juga bisa menjelajahi Jakarta, berlomba mencapai puncak Jembatan Sidney Harbour, belajar bermain gamelan, berselancar di Perth, dan memasak masakan Indonesia.
"Kami sama-sama meluncurkan permainan anak-anak yang bertujuan untuk mengenalkan anak-anak Indonesia tentang Australia, begitu juga sebaliknya," kata Anies. 
"Aplikasi ini mengajarkan pemain berbagai hal seperti sejarah, musik, olahraga, arsitektur, dan mitologi kedua negara," tambah dia. 
Permainan itu diharapkan bisa menjadi sarana promosi budaya serta memperkuat hubungan antara warga Indonesia dan Australia.
"Kami berharap dengan aplikasi, semakin mempererat hubungan kedua negara," kata Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop serta manambahkan bahwa hubungan Indonesia dan Australia sudah terjalin sejak 70 tahun lalu. 
"Next Door Land" merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar Australia dengan pengembang game Agate, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Asia Education Foundation dan Australia-Indonesia Youth Association. 

Permainan itu dapat diunduh di situs Rumah Belajar (Belajar Kemdikbud) dan selanjutnya akan tersedia di iTunes danplaystore Android.


Sumber : Antara News
Status pengajar pondok pesantren diharapkan bisa sama dengan guru madrasah, demikian salah satu topik yang mengemuka saat Tim Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Tata Kelola dan Anggaran Pendidikan Islam (Pendis) Komisi VIII DPR RI mengunjungi Pondok Pesantren Putri Al Falah Banjarbaru Kalimantan Selatan, Jum'at (26/2/2016).
Tim Kunspek Panja Tata Kelola dan Anggaran Pendis Komisi VIII DPR yang dipimpin Abdul Malik Haramain didampingi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel Muhammad Tambrin, menyempatkan diri mendengar dan menghimpun masukan dari para pengajar pondok pesantren (Ponpes) Al Falah Banjarbaru Kalsel guna mendapatkan informasi utuh mengenai Tata Kelola dan Anggaran Pendidikan Islam.
"Kami mengapresiasi setiap masukan dari para pengajar dan pengelola pondok pesantren guna memperoleh gambaran yang tepat demi terciptanya tata kelola anggaran pendidikan islam yang lebih baik dan merata," ungkap Haramain.
Menanggapi harapan para pengajar pondok agar statusnya sama dengan guru madrasah, Politisi muda asal PKB ini mengakui masih membutuhkan proses yang cukup panjang karena menyangkut kurikulum Ponpes dan sertifikasi guru. Bagi pengajar pondok pesantren yang juga mengajar di madrasah serta ikut proses sertifikasi guru maka peluangnya menjadi PNS lebih terbuka.
“Solusi jangka pendeknya mereka harus mengajar di madrasah dengan kurikulum sesuai yang diterapkan pemerintah serta mengikuti proses sertifikasi guru madrasah, jika hanya mengajar di pondok saja memang sulit tapi ini menjadi bahan masukan untuk kita cari jalan keluarnya bersama Kemenag,” jelas Haramain.
Politisi Daerah Pemilihan Jawa Timur II ini juga mengakui memilih mengunjungi Provinsi Kalimantan Selatan karena di wilayah ini terdapat ratusan pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai ribuan, sehingga perlu diketahui bagaimana tata kelola anggaran pendidikannya selama ini, serta sejauh mana bantuan pemerintah pusat menjangkau pesantren-pesantren di luar jawa.
"Secara demografi Provinsi Kalsel mayoritas muslim dengan jumlah pondok pesantren cukup banyak mirip Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga kami merasa perlu mengetahui bantuan apa saja yang sudah diterima dan apa pula yang perlu ditingkatkan agar tidak kalah dengan pontren di Jawa," ujar Haramain.
Sebagaimana diketahui, jumlah santri putra Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru mencapai 1500, sementara santri putri 1600 dengan jumlah pengajar hanya 140 ustadz/ah dengan status swasta (bukan PNS). Beberapa orang guru madrasah sudah tersertifikasi, sementara guru pondok belum ada yang tersertifikasi.
Ikut dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI Panja Tata Kelola dan Anggaran Pendidikan Islam Abdul Malik Haramain (Ketua Tim/Wakil Ketua Komisi VIII), Ledia Hanifa Amaliah (Wakil Ketua Komisi VIII), Endang Maria Astuti, Zulfadli, Ruskati Ali Baal, Kuswiyanto dan Abdul Fikri Faqih.


Kapolsek Sukmajaya AKP Supriyadi melakukan pengecekan bangunan yang rubuh (Poskota)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) merawat gedung sekolah dengan baik, dan harus sigap jika ada permasalahan. Hal ini terkait dengan peristiwa robohnya atap ruang kelas SD Kalibaru 6, Kota Depok, Jawa Barat yang menimpa para siswa.

"Sejak 2001, Gedung-gedung sekolah telah dilimpahkan menjadi aset dan kewenangan Pemda. Oleh karena itu, setiap Pemda harus merawat gedung-gedung sekolah dengan baik. Dan bila ada masalah, seperti kerusakan, tentu harus sigap untuk mengatasi dan menyelesaikan. Jangan sampai anak-anak tidak bisa belajar, atau bahkan menjadi korban," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud) Asianto Sinambela, di Jakarta, Jumat (26/2/2016).
Sejak 15 tahun lalu (2001), saat diberlakukan otonomi daerah, gedung-gedung sekolah dilimpahkan dari Kemendikbud kepada Pemda. Bangunan sekolah adalah aset dan kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda). Konsekuensinya, anggaran pendidikan dari APBN juga ditransfer langsung ke daerah. Konsekuensi lainnya Pemda harus merawat dengan baik gedung-gedung sekolah yang berada di bawah kewenangannya. Begitu pula bila ada masalah, baik menyangkut siswa maupun masalah infrastruktur pendidikan.
Atap SD Kalibaru 6 kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat pagi (26/2/2016) roboh. Sejumlah anak kelas 1 terluka akibat tertimpa atap yang runtuh. Bangunan yang mengalami kerusakan adalah empat ruang: dua ruang kelas dan dua ruang guru. Aktifitas belajar mengajar sementara dihentikan.
Bangunan SD Kalibaru 6 direhabilitasi hanya bagian atapnya pada tahun 2010 dengan dana bantuan dari Pemerintah Pusat melalui mekanisme swakelola. Sementara, bangunannya tetap bangunan lama, dan saat itu tidak direnovasi.

Jakarta, 26 Februari 2016 
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang pungutan terkait pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud nomor 1356/H/TU/2016 tertanggal 5 Februari 2016.
Surat Edaran dibuat terkait adanya laporan ke Kemendikbud tentang adanya pungutan yang dibebankan kepada orangtua siswa dengan alasan untuk menyewa/membeli komputer untuk mengikuti UNBK. Surat ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah pelaksana UN, dan orangtua dan siswa peserta UN seluruh Indonesia.
Surat Edaran yang ditandatangani Kabalitbang Kemendikbud Totok Suprayitno itu terdiri dari lima butir. Pertama, UNBK hanya diselenggarakan pada sekolah yang sudah siap baik dari segi infrastruktur maupun SDM per November 2015. Infrastruktur sejauh mungkin memanfaatkan laboratorium komputer yang ada di sekolah.
Kedua, sekolah calon penyelenggara UNBK dilarang memberatkan dan/atau membebani pihak-pihak selain sekolah (termasuk membebani orangtua siswa dengan pungutan dan semacamnya) untuk membeli dan/atau menyewa komputer demi kepentingan pelaksanaan UNBK.
Ketiga, bagi sekolah yang terbukti melanggar ketentuan ini akan dikeluarkan dari daftar sekolah pelaksana UNBK pada tahun 2016 dan harus melaksanakan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).
Keempat, Sekolah yang tidak bisa memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan BSNP Nomor 0034/P/BSNP/XII/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2015/2016 harus mengundurkan diri dari UNBK dan mengikuti UN berbasis kertas dan pensil dengan batas waktu pengunduran diri tanggal 15 Februari 2016.
Kelima, pihak manapun yang menemukan pemaksaan penerapan UNBK harap melaporkan secara tertulis kepada Pusat Penilaian Pendidikan, Kemendikbud, melalui e-mail, surat, atau SMS. E-mail : cbt.puspendik@kemdikbud.go.id dan pengaduan@kemdikbud.go.id. Surat : Panitia UN, Gedung E lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 atau Koordinator UNBK Puspendik, Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 4, Jakarta 10710. Telepon: (021) 5725031. Laman: http://unbk.kemdikbud.go.id .




Karya inovatif siswa madrasah diapresiasi oleh dunia Internasional. Adalah Febi Utami Wulandari Muchtar dan Annisa Cikal Fathaniah Lestaluhu — keduanya siswi MTs Alkhairaat Ambon — meraih Bronze Medal  pada event Bangkok International Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) on the Occassion of Thailand Inventors Day 2016. 
Event ini diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand pada 2 – 6 Februari 2016 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEK), Thailand. “Event ini tentang Exhibition dan Pameran Invention (temuan) dari negara-negara peserta, melibatkan 17 negara. Ada perwakilan dari Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Asia. Jumlahnya sekitar 300-an peserta,” tutur Ikhram Ibrahim, kepala MTs Alkhairaat yang mendampingi siswa-siswinya, Minggu (07/02).
Ikhram Ibrahim juga menceritakan bahwa pada event ini tidak ada pembedaan atau pengkategorian level pendidikan atau gelar. Karenanya,  siswa-siswi MTs Alkhairaat berada dalam satu kategori yang lawannya bisa jadi lebih tinggi jenjang pendidikannya, bahkan juga ada yang seorang profesor. “Untuk peserta dari Indonesia ada 14 orang. Dari Universitas Negeri Jakarta, SMA Stella Tunas Muda Jakarta, SMA Surya Buana Malang dan kami MTs Alkhiraat Ambon. Mereka mempertandingkan 18 judul temuan (invention),” tambah Ikhram.
Febi Utami Wulandari Muchtar, siswa kelas 9  putri  pasangan  Muchtar Palele dan Maryam Wabula, mempresentasikan temuannya tentang Healty Herbal Tea, sebuah Minuman teh herbal untuk kesehatan dari daun tanaman Kumis Kucing. Atas inovasinya ini, Febi mendapatkan penghargaan Bronze Medal. Febi juga mendapat  Special Award dan Gold Medal dari China Association of Productivity Promotion Centre dan Leading Innovation Award dan Gold Medal dari International Intellectioan property Network Forum (IIPNF).
Sedangkan Annisa Fathaniah Cikal Lestaluhu,  siswi kelas 9 MTs Alkhairaat, putri pasangan Said Lestaluhu dan Yetty Salvia Tehupalasury, mempresentasikan temuannya tentang Guava Natural Skin Cream. Sebuah krim untuk kulit manusia yang terbuat dari daun Guava yang tidak mengandung bahan kimia dan berbau harum alami. Atas temuannya ini, Annisa juga mendapatkan Bronze Medal.
“Sebetulnya prestasi kami di daerah masih jauh. Namun, kami ingin melakukan lompatan besar. Kami beri motivasi siswa-siswi kami. Kami modal sendiri-sendiri untuk biaya trasportasi, hotel dan lain-lain. Semuanya demi mewujudkan ‘madrasah lebih baik-lebih baik madrasah,” pungkas  Ikhram Ibrahim yang pernah mecicipi studi di Timur Tengah.



Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq  mengatakan, ada ketidakadilan soal anggaran terhadap pendidikan Islam. Misalnya Menteri Keuangan, memotong anggaran pendidikan Islam (Pendis) sebesar Rp 4 Triliun pada tahun 2016 ini.
“Sebenarnya ada ketidakhadiran negara dalam pemberdayaan penguatan pendidikan islam, guru-guru madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam,” kata Maman dalam Rapat Dengar Pendapat dengan  Dirjen Pendidikan Islam Kemenag dan Sekretaris Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Kamis (21/1). Pada RDP ini dibahas permasalahan pengelolaan tenaga kependidikan, kurikulum dan anggaran guru.
Menurut politisi PKB ini, ketidakadilan itu akan terlihat saat guru-guru madrasah khususnya  swasta menyampaikan aspirasinya, termasuk sarana dan prasarana dari Kementerian Agama yang sangat mengkhawatirkan.
“Dirjen Pendis hendaknya memprioritaskan penyelesaian persoalan guru swasta pada tahun 2016 ini , karena kegelisahan berimbas kepada masa depan anak bangsa,” tekannya.
Ditegaskan lagi, Dirjen Pendis untuk fokus dalam penyelesaian ini, jangan sampai ketika Komisi VIII mendesak yang diselesaikan hanya PNS sementara yang dari swasta ditunda lagi.
Pemerintah juga diminta untuk memperbaiki dan meningkatkan pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Memastikan pelaksanaan sertifikasi guru 2016-2019 dapat tercapai sesuai skema rencana yang disusun Dirjen Pendis, menyusun kebijakan strategis dalam upaya mengatasi pemetaan guru pendidikan agama Islam di seklolah.
Di sisi lain, pemerintah juga diminta memprioritaskan penyaluran bantuan bagi madrasah sesuai dengan aspirasi daerah. Selanjutnya DPR juga meminta pemerintah mengatasi permasalahan kekurangan guru pendidikan agama Islam di sekolah, dan melakukan evaluasi dalam proses rekrutmen dan pembinaan tergadap guru pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah yang selama ini dilakukan Pemda.
Dirjen Pendis  Kamaruddin Amin menjelaskan, banyak sekolah-sekolah yang kekurangan guru agama Islam, karena yang telah pensiun mencapai 47.866 orang. Dan masih terdapat TPG terhutang dan belum terbayarkan untuk tahun 2014 dan 2015 dengan jumlah 400 Milyar.


Mendikbud : Anies Rasyid Baswedan, Ph.D



KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA

SURAT MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNTUK GURU INDONESIA DI PERINGATAN HARI GURU TAHUN 2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan,
Semoga Ibu dan Bapak Guru berada dalam kondisi sehat, bahagia dan selalu dalam lindungan-Nya. Di Hari Guru ini, izinkan saya atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas semua pengabdian Ibu dan Bapak Guru. Tugas dan tanggung jawab Ibu dan Bapak Guru amat besar, namun izinkan saya menyampaikan bahwa tanggung jawab besar ini janganlah dipandang sebagai beban tapi sebagai kehormatan. Ibu dan Bapak Guru mendapat kehormatan untuk menumbuhkan generasi baru yang tercerdaskan.
Ibu dan Bapak Guru sekalian,
Republik ini dirintis dan didirikan oleh kaum terdidik. Mereka adalah generasi baru di zamannya yang merasakan pengajaran, pendidikan dan pencerahan. Mereka sangat sadar atas manfaat langsung pendidikan dan karena itulah mencerdaskan kehidupan bangsa mereka tetapkan sebagai sebuah amanah yang harus ditunaikan. Sebuah pesan tegas bahwa kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya.
Ibu dan Bapak Gurulah yang berada di garda terdepan mewakili seluruh bangsa dalam menjalankan amanah itu. Tiap tutur, tiap langkah dan tiap karya Ibu dan Bapak Guru adalah ikhtiar untuk mencerdaskan bangsa.
Orangtua, yang adalah pendidik pertama dan utama, dan pun mereka memercayakan pada Ibu dan Bapak Guru untuk turut mendidik anak-anaknya. Mari kita ingat pula, mereka bukan sekadar anak-anak, namun mereka adalah wajah masa depan bangsa ini. Ibu dan Bapak Gurulah orang pertama yang berkesempatan melihat dari dekat wajah masa depan negeri ini.
Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati,
Ki Hadjar Dewantara menyebut tempat belajar sebagai taman. Istilah itu meneguhkan tekad bahwa pendidikan memang harus menjadi sebuah proses pembelajaran menyenangkan walau penuh tantangan. Pendidikan tidak boleh terasa sebagai penderitaan. Sekolah harus terasa menyenangkan.
Sekolah menyenangkan adalah sekolah di mana semua ikut terlibat, baik guru, siswa maupun orangtua ikut mendukung pembelajaran bersama dan menjadi teladan bagi komunitasnya. Sekolah menyenangkan adalah sekolah yang memberikan pembelajaran bermakna, bermanfaat dan relevan dengan kehidupan siswa serta kebutuhan masyarakat. Sekolah menyenangkan bukanlah sekolah tanpa tantangan, melainkan justru sekolah yang memberikan ragam pilihan dan tingkatan tantangan kepada guru dan siswa yang juga beragam.
Sekolah menyenangkan hanya bisa terjadi bila guru pun terus belajar, serta terus berkarya. Karya-karya Ibu dan Bapak Gurulah yang akan terus mengembangkan senyum anak-anak kita. Karya-karya Ibu dan Bapak Guru yang membuat lonceng masuk sekolah layaknya pertanda dimulainya sebuah petualangan menyenangkan di sekolah.
Untuk mengimbangi keteguhan guru dalam berkarya, pemerintah juga berikhtiar akan terus memberikan ruang bagi guru untuk terus berkarya, untuk mengembangkan diri. Mari kita terus mengembangkan diri secara mandiri maupun secara bersama-sama.
Pemerintah menyadari bahwa masih ada berbagai pekerjaan rumah terkait Guru yang harus kami tuntaskan. Insya Allah itu semua akan terus menerus kami perbaiki. Di saat yang sama mari kita sama-sama memastikan bahwa semua ikhtiar kita benar-benar dipusatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menumbuhkan semua potensi anakanak kita hingga mereka bukan sekadar bisa meraih, tapi bisa melampaui cita-citanya.
Dalam kesempatan peringatan Hari Guru ini saya ingin mengajak Ibu dan Bapak Guru untuk sama-sama menunjukkan pada bangsa tercinta ini bahwa guru Indonesia adalah guru pembelajar. Guru yang selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi anak didiknya. Guru yang hadir mengirimkan pesan harapan. Guru yang makin menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan.
Mari kita teguhkan ikhtiar Ibu dan Bapak Guru, ikhtiar kita bersama untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Kita terus belajar dan mengembangkan diri bukanlah untuk pemerintah, bukanlah untuk kepala sekolah, dan bukanlah untuk kantor dinas, tapi memang sejatinya setiap pendidik adalah pembelajar. Mari sama-sama kita kirimkan pesan kepada seluruh komponen bangsa ini, bahwa guru mulia karena karya! Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya. Pada setiap kata yang kami tuliskan, ada pahala guru.
Pada setiap karya yang kami lakukan, ada sidik jari jasa guru. Apresiasi kami bagi seluruh Guru, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan, atas semua inspirasi dan karya yang dipancarkan di ruang-ruang pembelajaran. Dengan rendah hati atas nama pemerintah, saya ingin kembali sampaikan rasa hormat dan terima kasih sedalamnya.

Selamat Hari Guru dan selamat berkarya!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Salam hangat,
ttd
Anies Baswedan



More : Kemdikbud RI
Bapak Absan, S.Pd
Guru adalah sosok yang sangat mulia, pahala dari ilmu yang diajarkan kepada anak didiknya akan terus mengalir bagai air hingga beliau-beliau wafat. Kesabarannya dalam mendidik dan mengajar berbagai ilmu memang tiada duanya, senyum bahagia selalu menghiasi wajah dan bibirnya. Setiap gerak dan ucapannya dijadikan barometer oleh anak didiknya. Oleh karena itu tiada kata yang pantas untuk ku sampaikan selain “Jasa mu ladang pahala untuk bekal akhiratmu”.
Guru juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang sudah manusiawi. Namun jika di bandingkan hanya 0,01 % ada guru yang suka melakukan tindak kriminal dan lain sebagainya.
Salah satu guru yang masih terekam jelas di memori saya, beliau adalah Bapak Absan, S.Pd, salah satu guru Agama di SDN Gunggungan Kidul 02 (Nong Malang) Pakuniran Probolinggo Jawa Timur. Guru pertama yang mengenalkan tentang berbagai ilmu pengetahuan, belajar membaca, mengeja, menggambar, belajar huruf alfabet, belajar angka-angka, dan menulis indah. Dan juga guru terlama yang mengabdi, mendidik anak-anak di desa saya, semenjak Ibu saya masih sekolah hingga saat ini.
Di samping sebagai guru, beliau juga menjadi Ustads / Guru Ngaji di rumahnya, karena itu akhlaknya begitu mulia, ucapannya selalu menjadi panutan, dan tidak segan-segan menghukum teman-teman putra yang suka iseng kepada teman-teman putri.  Alhasil, perilaku teman-temanpun menjadi lebih baik dan lebih disiplin.
Meskipun sekarang sudah dipisahkan oleh jarak, karena saya harus kuliah di Jakarta dan sekarang menikah dengan orang Sunda namun setiap lebaran idul Fitri, saya menyempatkan diri untuk bersilaturrahim. Guna menjaga tanda penghormatan dan rasa sayang saya kepada beliau.

Semoga beliau dan guru-guru saya yang lain dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selalu dalam lindungan Alloh SWT agar terus mengabdi, mencerdaskan anak-anak Indonesia. Dan guru-guru saya yang masih status GTT (honorer), tambah lancar rezekinya...aamiin!
Sayembara Menulis Surat Untuk Presiden Bagi Siswa / Siswi SMP Se Indonesia  Surat pernah menjadi salah satu media komunikasi yang utama. Surat biasa digunakan sebagai alat komunikasi resmi dan tidak resmi. Surat resmi biasanya digunakan untuk situasi formal. Sedangkan surat tidak resmi lebih bersifat pribadi yang biasanya menjadi media komunikasi antar teman, kerabat dan keluarga.
Seiring perkembangan teknologi. dengan adanya media sosial yang dianggap lebih memudahkan dalam berkomunikasi. surat mulai ditinggalkan. Padahal dengan menulis surat. kita dapat melatih cara mengomunikasikan perasaan dan pikiran. serta kemampuan berbahasa.
Dalam rangka menumbuhkan minat menulis dan mencari buku terbitan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi kesempatan kepada para siswa SM P se-Indonesia untuk mengasah dan memupuk kemampuan menulis surat melalui kegiatan sayembara menulis surat kepada Presiden Republik Indonesia.
Tujuan
Sayembara ini dilaksanakan dengan tujuan :
a.     Membangkitkan semangat menulis surat di kalangan siswa SMP;
b.     Mendorong para siswa SMP untuk mau berlatih mengomunikasikan perasaan dan pikiran;
c.      Melatih kemampuan berbahasa Indonesia.
Peserta
Sayembara Penulisan Surat untuk Presiden RI bagi siswa ini terbuka untuk siswa SMP di seluruh Indonesia.
Persyaratan
a.    Tema surat bebas. berisi pandangan. kritik yang membangun. harapan. dan cita-cita terhadap masa depan bahasa dan sastra Indonesia.
b.    Isi surat tidak mengandung pornografi dan tidak berpotensi menimbulkan konflik yang berkaitan dengan SARA.
c.    Surat yang dikarang harus karya pribadi dan asii (bukan saduran atau terjemahan). belum pernah dipublikasikan, dan belum pernah dikutsertakan dalam sayembara apa pun.
d.    Isi surat mencakup 4-6 paragraf.
e.    Surat yang dikarang surat ditulis dalam bahasa Indonesia. diketik rapi 1,5 spasi dengan huruf Times New Roman 12 atau Arial 11. dan tidak bolak-balik. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu buah surat. maksimal dua buah surat.
f.     Surat yang dikirim kepada Panitia harus dilampiri biodata dan fotokopi Kartu Pelajar/surat keterangan lain yang menyatakan bahwa peserta adalah siswa SMP.
Pengiriman Naskah
a.    Naskah dikirim melalui pos atau kurir kepada panitia sebanyak tiga eksemplar.
b.    Peserta harus menuliskan alamat dengan jelas beserta nomor telepon agar mudah dihubungi melalui pos. telepon. posel/email. dsb. Di sebelah kiri amplop harap dicantumkan Sayembara Penulisan Surat untuk Presiden bagi Siswa SMP.
c.    Naskah surat yang masuk menjadi milik Panitia dan tidak akan dikembalikan.
d.    Pengiriman naskah paling lambat 31 Oktober 2015 (cap pos).
Penilaian
a.    Penilaian akan dilakukan di Badan Bahasa.
b.    Penilaian dan penentuan pemenang akan dilakukan oleh tim juri.
c.    Penilaian mencakupi isi. teknik penulisan. dan penggunaan bahasa.
d.    Keputusan tim juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
Alamat Panitia
Bidang Informasi dan Publikasi. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun. Jakarta Timur; 13220.
Nara Hubung (Contact Person)
Eem Suhaemi 085283887587
Devi Lutfiah 081286330911
Efgeni 081519762555
Imbalan
Pemenang akan mendapat piagam dan uang tunai (dipotong PPh sebesar 5%)
Pemenang I           : Rp 1.500.000,00
Pemenang II          : Rp 1.250.000,00
Pemenang III         : Rp 1.000.000,00
Pemenang IV         : Rp 750.000,00
Pemenang V          : Rp 750.000,00
Pemenang VI         : Rp 750.000,00

“Naskah pemenang dan naskah yang dikategorikan baik oleh juri akan diterbitkan”



Sumber : Kemdikbud RI