|
Pengadaan Pegawai
Negeri Sipil adalah kegiatan untuk mengisi formasi yang lowong. Pada umumnya
formasi yang lowong disebabkan adanya Pegawai Negeri Sipil yang berhenti,
pensiun, meninggal dunia atau adanya perluasan organisasi, yang kemudian
ditetapkan dalam keputusan Menteri yang bertanggung jawab di bidang
pendayagunaan aparatur negara Karena tujuan pengadaan Pegawai Negeri Sipil
untuk mengisi formasi yang lowong, maka pengadaan Pegawai Negeri Sipil harus
berdasarkan kebutuhan, baik dalam arti jumlah maupun kompetensi jabatan yang
diperlukan. Setiap Warga Negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama
untuk melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi
syarat-syarat yang ditentukan. Syarat-syarat tersebut tidak boleh didasarkan
atas jenis kelamin, suku, agama, ras, golongan, atau Daerah.
Pengadaan Pegawai Negeri Sipil hanya diperkenankan dalam batas formasi yang
telahditetapkan, dengan memprioritaskan:
1.Pegawai pelimpahan/penarikan dari
Departemen/Lembaga Pemerintahan Non Departemen/Pemerintah Daerah yang
kelebihan pegawai.
2.Siswa/mahasiswa ikatan dinas, setelah lulus
dari pendidikannya.
3.Tenaga kesehatan yang telah selesai
melaksanakan masa bakti sebagai pegawai tidak tetap.
4.Tenaga lain yang sangat diperlukan.
Persyaratan
Syarat yang harus
dipenuhi oleh setiap pelamar untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil:
1.Warga Negara Indonesia;
2.Pada saat diangkat sebagai Calon Pegawai
Negeri Sipil, berusia sekurang-kurangnya 18 tahun dan setingi-tinginya 35
tahun
3.Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan
berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang
tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;Dalam ketentuan ini,
tidak termasuk bagi mereka yang dijatuhi hukuman percobaan.
4.Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak
atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil
atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
5.Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai
Negeri;
6.Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian, dan
keterampilan yang diperlukan; Berkelakuan baik;
7.Sehat jasmani dan rohani;
8.Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah
Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh pemerintah; dan
9.Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan
jabatan.
Catatan: Pengangkatan sebagai
Calon Pegawai Negeri Sipil dapat dilakukan bagi mereka yang melebihi usia 35
tahun namun tidak boleh melebihi usia 40 tahun. pengangkatan tersebut
dilaksanakan berdasarkan kebutuhan khusus dan dilaksanakan secara selektif
bagi yang telah mengabdi pada Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun
Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya 5 tahun terus-menerus sebelum
diundangkannya Peraturan Pemerintah 11 Tahun 2002.
Pengumuman
Setiap pengadaan
Pegawai Negeri Sipil harus diumumkan seluas-luasnya melalui media masa yang
tersedia dan/atau bentuk lain yang mungkin digunakan agar diketahui oleh
umum. Dengan pengumuman tersebut, di samping untuk memberikan kesempatan yang
luas kepada Warga Negara Indonesia, juga lebih memungkinkan bagi Pemerintah Pusat
maupun Pemerintah Daerah untuk mencari Calon Pegawai Negeri Sipil yang cakap
dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. Pengumuman penerimaan
pegawai harus sudah dilakukan selambat-lambatnya 15 hari sebelum penerimaan
lamaran.
Dalam pengumuman dicantumkan antara lain:
1.Jumlah dan jenis jabatan yang lowong
2.Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan
3.Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar
4.Alamat dan tempat lamaran ditujukan
5.Batas waktu pengajuan surat lamaran
6.Waktu dan tempat seleksi; dan
7.Lain-lain yang dianggap perlu.
Pelamaran
Surat lamaran ditulis
tangan sendiri. Surat lamaran ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian
yang bersangkutan dengan melampirkan:
1.Fotokopi STTB/Ijazah yang disahkan pejabat
yang berwenang.
2.Kartu tanda pencari kerja dari Departemen/
Dinas Tenaga Kerja setempat
3.Pas foto menurut ukuran dan jumlah yang
ditentukan.
Penyaringan
Penyaringan pelamar
dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pemeriksaan administratif dan ujian
penyaringan Dalam pemeriksaan administratif, surat lamaran yang diterima
diperiksa dan diteliti apakah sesuai dengan persyaratan yang diperlukan.
Pemeriksaan surat lamaran secara fungsional oleh pejabat yang diserahi tugas
urusan kepegawaian. Surat lamaran yang tidak memenuhi syarat administratif
dikembalikan dan disebutkan alasan pengembaliannya. Surat lamaran yang
memenuhi Ujian penyaringan.
Ujian penyaringan dilaksanakan dengan test kompetensi serta test kepribadian
(psikotest). Dalam usaha menjamin obyektivitas penyelenggaraan ujian
penyaringan penerimaan pegawai, maka ujian dilaksanakan secara tertulis.
Materi test kompetensi disesuaikan dengan kebutuhan persyaratan jabatan,
meliputi pengetahuan umum, Bahasa Indonesia, kebijaksanaan pemerintah,
pengetahuan teknis, dan pengetahuan lainnya. Materi ujian disusun sedemikian
rupa sehingga pelamar yang akan diterima benar-benar mempunyai kecakapan,
keahlian, dan/atau keterampilan yang diperlukan.
Apabila dipandang perlu dapat diadakan ujian lisan berupa wawancara. Ujian
lisan merupakan pelengkap dari ujian tertulis atau sebagai salah satu usaha
untuk lebih mengetahui kecakapan pelamar syarat administratif disusun dan
ditata secara tertib untuk memudahkan pemanggilan. Ujian keterampilan
diadakan bagi pelamar untuk mengisi lowongan tertentu, misalnya untuk pelamar
yang akan diangkat menjadi operator komputer atau pengemudi kendaraan
bermotor.
Ujian kepribadian (psikotest) diadakan untuk mengisi jabatan tertentu untuk
mengetahui kepribadian, minat, dan bakat pelamar.
Penyelenggaraan psikotest disesuaikan dengan kemampuan instansi
masing-masing.
Pengumuman Pelamar Yang Diterima
Pejabat Pembina Kepegawaian menetapkan pelamar yang diterima berdasarkan
jumlah lowongan dan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan. Pejabat Pembina
Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk mengumumkan nomor peserta ujian
yang diterima melalui media masa atau dalam bentuk lainnya.
Di samping pengumuman melalui media masa, kepada pelamar yang diterima
disampaikan pemberitahuan secara tertulis melalui surat tercatat. Dalam
pengumuman dan surat pemberitahuan tersebut diberitahukan kapan, kepada
pejabat mana, dan batas waktu untuk melapor. Batas waktu melapor
sekurang-kurangnya 14 hari kerja terhitung mulai tanggal dikirimkan surat
pemberitahuan tersebut. Apabila pelamar yang dipanggil sampai batas waktu
yang ditentukan tidak melapor, maka dianggap mengundurkan diri.
Pelamar yang ditetapkan diterima wajib melengkapi dan menyerahkan kelengkapan
administrasi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain yang
ditunjuk, yaitu:
1.Foto copy ijazah/STTB yang telah disahkan oleh
pejabat yang berwenang
2.Daftar riwayat hidup sesuai ketentuan yang
belaku.
3.Pasfoto ukuran 3x4 cm sesuai kebutuhan.
4.Surat keterangan catatan kriminal/berkelakuan
baik dari Polri.
5.Surat keterangan sehat rohani dan jasmani
serta tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan
zat adiktif lainnya dari dokter.
6.Asli kartu pencari kerja dari Dinas Tenaga
Kerja.
7.Surat pernyataan tentang:
o Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan
berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukumyang tetap,
karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
o Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak
atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau
diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
o Tidak berkedudukan sebagai Calon/ Pegawai
Negeri;
o Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah
Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah;
o Tidak menjadi anggota/pengurus partai politik.
catatan: Bagi yang sebelumnya telah menjadi pengurus dan/atau anggota partai
politik harus melampirkan surat pernyataan telah melepaskan keanggotaan
dan/atau kepengurusan dari partai politik yang diketahui oleh pengurus partai
politik yang bersangkutan.
8.Foto copy sah surat keterangan dan bukti
pengalaman kerja bagi yang telah mempunyai pengalaman bekerja.
Khusus bagi yang pada saat diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil
berusia lebih dari 35 (tiga puluh lima) tahun dan tidak lebih dari 40 (empat
puluh) tahun, harus melampirkan surat keputusan pengangkatan dan surat
keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan masih melaksanakan
tugasnya pada instansi pemerintah.
Pengangkatan Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil
Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah
menyampaikan daftar pelamar yang dinyatakan lulus ujian penyaringan dan
ditetapkan diterima untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil kepada
Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapat Nomor Identitas Pegawai Negeri
Sipil menurut tata cara yang ditentukan.
Kepala Badan Kepegawaian Negara memberikan NIP bagi yang memenuhi syarat,
sebagai dasar bagi Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menetapkan keputusan
pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Penetapan pengangkatan Calon
Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan tahun anggaran yang berjalan, yaitu tahun
anggaran penetapan formasi, pada tanggal 1 bulan berikutnya setelah pemberian
NIP.
Dalam hal pemberian NIP pada bulan terakhir tahun anggaran yang berjalan,
pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil berlaku mulai tanggal 1 bulan
terakhir tahun anggaran yang bersangkutan, kecuali ada kebijakan lain dari
Pemerintah Pusat.
Surat keputusan tentang pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil diberikan
kepada yang bersangkutan dengan surat ke alamatnya.
Selambat-lambatnya 1 bulan sejak diterimanya surat keputusan, Calon Pegawai
Negeri Sipil yang bersangkutan harus sudah melapor pada satuan unit
organisasi.
Golongan
Ruang
Golongan ruang sebagai dasar penggajian pertama ditetapkan berdasarkan ijazah
atau surat tanda tamat belajar (STTB) yang dimiliki dan digunakan pada saat
melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, yaitu sebagai berikut.
Golongan ruang gaji Calon Pegawai Negeri Sipil (menurut ketentuan Peraturan
Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 yang diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
11 Tahun 2002).
· I/a Sekolah Dasar/setingkat
· I/c Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/setingkat
· II/a Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/Diploma
I/setingkat
· II/b Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa/
Diploma II/setingkat
· II/c Sarjana Muda/Akademi/Diploma III
· III/a Sarjana/Diploma IV
· III/b Dokter/Apoteker/Magister/setara ~ III/c
Doktor
Ijazah/STTB
Yang Diperoleh Di Luar Negeri
Ijazah yang diperoleh
dari sekolah atau perguruan tinggi di luar negeri hanya dapat dihargai
apabila telah diakui dan ditetapkan sederajat dengan sekolah atau perguruan
tinggi negeri di Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung
jawab dibidang pendidikan nasional atau pejabat lain yang berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku berwenang menyelenggarakan
pendidikan.
Penghasilan
Hak atas gaji Calon
Pegawai Negeri Sipil adalah sebesar 80 % dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil
yang berlaku mulai yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugasnya yang
dinyatakan dengan surat pernyataan oleh kepala kantor atau pimpinan satuan
organisasi yang bersangkutan.
Calon Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan jauh dari tempat tinggalnya,
sudah dianggap nyata melaksanakan tugas sejak ia berangkat menuju ke tempat
tugasnya.
Calon Pegawai Negeri Sipil yang pada saat pengangkatannya telah memiliki
pengalaman atau masa kerja yang dapat diperhitungkan untuk penetapan gaji
pokok adalah:
1.Masa kerja selama bertugas di instansi pemerintah dihitung penuh
untuk penetapan gaji pokok.
2.Masa kerja sebagai pegawai tidak tetap (PTT).
3.Masa kerja sebagai pegawai/karyawan dari perusahaan swasta yang
berbadan hukum, yang tiap-tiap kali tidak kurang dari 1 tahun dan tidak
terputus-putus, diperhitungkan setengahnya sebagai masa kerja untuk penetapan
gaji pokok, dengan ketentuan sebanyak-banyak 8 (delapan) tahun.
Masa
Percobaan
Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil diwajibkan menjalani masa percobaan
sekurang-kurangnya selama 1 tahun dan paling lama 2 tahun. Calon Pegawai
Negeri Sipil yang selama menjalani masa percobaan dinyatakan cakap diangkat
sebagai Pegawai Negeri Sipil. Calon Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan
tidak cakap maka diberhentikan dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri
Sipil.
Calon Pegawai Negeri Sipil yang telah menjalani masa percobaan
sekurang-kurangnya 1 tahun dan paling lama 2 tahun, diangkat sebagai Pegawai
Negeri Sipil apabila memenuhi syarat berikut:
1.Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya
bernilai baik,
2.Telah memenuhi syarat kesehatan j asmani dan rohani untuk
diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil,
3.Telah lulus pendidikan dan pelatihan prajabatan.
Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi
Pegawai Negeri Sipil dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian dan
diberikan pangkat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan gaji
pokok sesuai dengan golongan dan ruang penggajiannya.
Calon Pegawai Negeri Sipil yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2
tahun dan telah memenuhi syarat menurut ketentuan yang berlaku, tetapi karena
sesuatu sebab belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, maka hanya dapat
diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil apabila alasannya bukan karena
kesalahan yang bersangkutan. Pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil Pusat
bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Pusat yang telah menjalani masa percobaan
lebih dari 2 tahun ditetapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara.
Pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah bagi Calon Pegawai Negeri
Sipil Daerah yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2 tahun
ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah setelah mendapat
pertimbangan teknis dari Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara.
Calon Pegawai Negeri Sipil yang oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara
dinyatakan tewas atau cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi disemua
jabatan negeri, dengan keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara atau Kepala
Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara diangkat menjadi Pegawai Negeri
Sipil dan diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Pemberhentian
Calon Pegawai Negeri Sipil
Calon Pegawai Negeri Sipil diberhentikan
dengan hormat apabila:
1.Mengajukan permohonan berhenti;
2.Tidak memenuhi syarat kesehatan;
3.Tidak lulus dari pendidikan dan pelatihan prajabatan;
4.idak menunjukkan kecakapan dalam menjalankan tugas;
5.Menunjukkan sikap dan budi pekerti yang tidak baik yang dapat
mengganggu lingkungan pekerjaan;
6.Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang;
7.Menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik dan telah
mengajukan surat permohonan berhenti secara tertulis kepada Pejabat Pembina
Kepegawaian;
Satu bulan setelah diterimanya keputusan
pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil tidak melapor dan
melaksanakan tugas, kecuali bukan karena kesalahan yang bersangkutan.
Calon Pegawai Negeri Sipil diberhentikan tidak dengan hormat apabila:
1.Pada waktu melamar dengan sengaja memberikan keterangan atau
bukti yang tidak benar;
2.Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan
yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja
melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan, atau melakukan sesuatu tindak
pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan/tugasnya.
3.Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat; atau
4.Menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik tanpa
mengajukan surat pemohonan berhenti secara tertulis kepada Pejabat Pembina
Kepegawaian.
Pemberhentian Calon Pegawai Negeri Sipil ditetapkan dengan
keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan
|