:::: MENU ::::

Informasi Bisnis dan Umum

Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyerukan segenap warga Nahdliyin dan umat Islam memilih pemimpin Muslim di Pilkada DKI Jakarta 2017. 
Menurut sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI ini, tidak ada alasan lagi untuk tidak memilih pemimpin Muslim di kontestasi Pilkada tersebut. 
“Sepanjang ada calon yang Muslim dan insya Allah adil wajib hukumnya memilih calon pemimpin Muslim tersebut,” katanya kepada Republika.co.id di Jakarta, Kamis (6/10).
Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur ini menegaskan hasil keputusan Bahtsul Masa’il al-Diniyah al-Waqi’iyah Muktamar XXX NU di PP Lirboyo, Kediri, Jawa Timur tertanggal 21-27 Nopember 1999, justru menguatkan seruan memilih pemimpin Muslim. 
Dalam konteks DKI Jakarta, setidaknya ada dua calon pemimpin yang beragama Islam. 
“Jadi tak ada pengecualian darurat lagi seperti dalam keputusan muktamar itu,” katanya. 
Pada pengujung pembicaraan, Dia berpesan kepada warga Nahdliyin terutama agar memilih calon yang sejalan dengan visi dan misi NU.    
Sebelumnya, sempat muncul polemik terkait Muktamar NU di Kediri yang membolehkan memilih pemimpin non-Muslim dalam kondisi darurat. 
Di antara kriteria darurat itu, kepemimpinan tersebut di bidang-bidang yang tidak bisa ditangani sendiri oleh orang Islam secara langsung atau tidak langsung karena faktor kemampuan.
Dalam bidang-bidang yang ada orang Islam berkemampuan untuk menangani, tetapi terdapat indikasi kuat bahwa yang bersangkutan khianat.
Sepanjang penguasaan urusan kenegaraan kepada non-Islam itu nyata membawa manfaat.  





Pada momen Tahun Baru Islam 1438 Hijriah, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki kualitas kehidupan, baik di dunia, maupun di akherat kelak sekaligus. Hal tersebut, merupakan bentuk hijrah menuju arah hidup yang lebih baik dari sebelumnya.
"Siapa yang tak mau kaya, taqwa, dan masuk syurga. Makanya kita ada do'a 'Rabbana Aatinaa Fiddunnyaa Hasanah, Wa Fil Aakhirati Hasanah, Waqinaa ‘adzaa Ban Naar,' yang berarti "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka," Ungkap Gubernur Aher pada acara Tabligh Akbar Menyambut Tahun Baru Islam 1438 Hijriah, di Pendopo Kabupaten Kuningan, Jl. Siliwangi No. 45, Sabtu (1/10) malam.
Aher menuturkan, bahwa umat Islam merupakan umat yang seimbang. Sehingga, untuk memperbaiki kualitas kehidupan, diperlukan pula 'bebenah' pada keseimbangan kehidupan dunia dan akherat. Hidup sejahtera di dunia berlandaskan taqwa, dapat menjadi modal seseorang untuk beribadah di jalan Allah SWT. Sehingga materi yang dimiliki bermanfaat sebagai jembatan penghubung antara kehidupan dunia yang sejahtera, menuju kehidupan akherat yang selamat.
"Ini berarti kaum muslimin harus bisa menunjukan keseimbangan dalam kehidupan. Mudah - mudahan generasi muda kaum Muslimin di Jawa Barat, kedepan hadir sebagai generasi yang seimbanh dunia akherat," tutur Aher.
"Pendidikannya oke, kesehatannya mantap, kemudian kantongnya berisi, iman kepada Allah - nya full Inshaa Allah, itulah kehendak kita semuanya," jelasnya.
Tak hanya itu, Aher juga mengajak kaum Muslimin untuk mencintai Rasulullah SAW. Aher mengatakan, Cinta Rasul merupakan suatu keniscayaan. Bershalawat kepada Nabi besar Muhammad SAW adalah kewajiban.
"Shalawat adalah salah sata kewajiban kita, tidak ada satupun Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang mengatakan tidak perlu shalawat. Bahkan Shalat kita, Tasyahud kita tidak syah tanpa shalawat kepada Rasulullah SAW," pungkas Aher.
Hadir pada acara tabligh akbar tersebut, Bupati Kuningan Acep Purnama, para Pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan, para Pimpinan Pondok Pesantren, Ormas - ormas Islam, para Kepala Desa, Lurah, dan Camat, serta warga Kabupaten Kuningan.


Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dikenal memiliki 'kesaktian' bisa mendatangkan uang gaib ini tak berkutik saat ditangkap polisi. Dimas Kanjeng hanya mengenakan kaos warna ungu dan bersembunyi di balik pintu ruang fitnesnya.
"Dia ditangkap saat sembunyi di belakang pintu ruang fitnes di padepokannya," kata anggota Polda Jatim yang enggan disebutkan namanya, Rabu (28/9/2016).
Untuk menangkap pengasuh padepokan Dimas Kanjeng ini, polisi sangat berhati-hati. 1.200 personil polisi dari berbagai kesatuan mulai dari reserse, intel hingga brimob dikerahkan ke padepokan yang terletak di Dusun Sumber Cengkelek, Wangkal, Gading, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (22/9).
Operasi senyap dipersiapkan secara matang sejak dua bulan. Bahkan, ada anggota yang menyamar masuk ke padepokan, untuk memastikan Dimas Kanjeng Taat Pribadi benar-benar berada di padepokannya.
Setelah informasi A1 (valid) bahwa Dimas Kanjeng berada di padepokan, ribuan polisi yang sebelumnya berada di luar, sebagian masuk menggeledah setiap bangunan tempat menginap pengikutnya, hingga ke tempat tinggal Kanjeng. Polisi menggeledah dan memeriksa setiap ruangan. Namun tak berhasil ditemukan.
Setelah dicari-cari, akhirnya membuahkan hasil. Seorang anggota Ditreskrimum Polda Jatim berinisiatif masuk ke ruang fitnes dan memeriksa seluruh sudut ruangan.
Ternyata, pelaku utama pembunuhan Abdul Gani-mantan pengikutnya itu, mengenakan kaos warna ungu sedang bersembunyi dibalik daun pintu.
"Hayoo mau kemana kamu, ayo ikut," kata petugas. Dimas Kanjeng pun tak melakukan perlawanan terhadap seorang polisi itu.


Hari ini adalah hari pertama saya bisa membantu orang yang terkena bencana. Ya, bencana yang tak diduga, Bencana Garut. Saya bergegas bersama teman-teman saya, bisa dibilang mewakili kampus kami. Tapi tidak resmi, hanya inisiatif kebanyakan teman-teman saya dan dukungan para dosen.
Kita semua berduka dengan Bencana Garut, #PrayForGarut. Mayat bayi-bayi berserakan. Nenek-nenek yang tidak bisa melarikan diripun ikut terseret air. Bahkan, di tempat saya ikut berbersih, ada 2 mayat yang membuat saya kaget, 2 bayi mungil yang sudah tertutup lumpur.
Sedih, campur rasa takut, karena ini pertama kali saya menyaksikan langsung bencana yang membuat histeris banyak keluarga. Yang pasti, semua ini tidak lepas dari takdir Allah yang Maha segalanya. Saya bukan ahlinya untuk mengangkat mayat, karena di tempat tersebut ada bagian evakuasi mayat, maka saya beritahu kepada mereka untuk bantu mengevakuasi mayat bayi tersebut. Dan akhirnya, mayat bayi itu akhirnya diletakkan di tempat yang semestinya.
Setelah saya dan teman-teman selesai bersih-bersih, saya melihat sosok kakek yang sedang duduk termenung bersandar di dinding dekat tempat kami berkumpul. Kalau dilihat dari fisiknya, beliau sekitar umur 60 sampai 65 tahun. Beliau duduk dan terlihat matanya berkaca-kaca.
Ada yang aneh, saya merasa harus mengajak ngobrol kakek itu. Entah kenapa, kaki ini seperti ada yang memaksa melangkah menuju kakek itu. Duduklah saya disamping kakek itu, dan saya coba buka pembicaraan.
Saya : "Kek, ada yang bisa saya bantu?", saya bertanya pelan.
Kakek : Iya nak, tolong ambilkan minum. saya haus, dari semalam belum dapat minum. Akhirnya saya ambilkan air untuk kakek itu.
Kakek itu mulai mengajak bicara, dan sudah tidak berkaca-kaca lagi, hanya menyisakan merah dimatanya.
Kakek : Nak, terima kasih sudah datang membantu kampung kami. Kalau bukan dengan izin Allah, mungkin kami tidak ada yang membantu. Karena kampung ini terlalu banyak dosa.
Saya : Allah sudah mengaturnya kek, Ini pelajaran untuk saya, agar senantiasa berbuat baik kepada sesama, termasuk kakek.
Kakek : Bukan, bukan itu maksud saya nak. Berbuat baik kepada sesama itu harus. Tapi ada sesuatu dibalik banjir besar ini.
Saya : Iya kek, apa tuh kek? Saya hanya liat di berita, bahwa air dari dua sungai tumpah ke kampung.
Kakek : Coba kau liat dari jembatan, dari jembatan ke sungai jaraknya sangat jauh. Tidak masuk akal kalau air sungai bisa tumpah ke kampung kami.
Saya : Ya, saya sudah lihat dari jembatan. Tapi memang karena mungkin hujan yang begitu deras membuat luapan yang dahsyat.
Kakek : Mungkin saja. Tapi, selama saya tinggal disini. Ada satu hal yang membuat saya sedih. Bahkan murka.
Saya : Kenapa kek? Boleh saya tau?
Kakek : Jangan kamu kira kampung yang jauh dari perkotaan bebas dari zina. Zina disini sangat marak. Bahkan, kampung ini tempat yang aman untuk anak muda berzina.
Saya : Hemmmmm
Kakek itu melanjutkan ceritanya,
Kakek : Di sini, di sungai ini. Sudah terlalu banyak bayi-bayi tak berdosa dibuang. DIbantu oleh bidan-bidan kampung yang tidak bertanggung jawab membantu proses aborsi. Di sini kami kekurangan Ustad yang menasihati kami. Itulah yang membuat kebanyakan orang d ikampung ini jauh dari Allah yang akhirnya membuat mereka tidak takut berbuat maksiat.
Bersyukurlah mereka yang masih terjangkau oleh FPI (Front Pembela Islam), walaupun mereka terlihat seolah garang, tapi yang mereka lakukan benar. Membasmi kemaksiatan. Saya teringat hadis Rasulullah, kalau ada orang berzina, radius 40 rumah terdekat dengan pelaku zina bisa terkena efek azab dari Allah. Itulah kenapa Allah meluluhlantakan kampung kami.
Percakapan di atas menjadi nasihat untuk kita yang masih diberikan kehidupan aman oleh Allah. Lihatlah, sungai yang jarak ke jembatannya jauh nyatanya dengan takdir Allah bisa menjadi meluap. Percakapan diatas juga menjadi peringatan untuk kita.
Di saat kita ada celah untuk melakukan zina, ingatlah ada tetangga kita yang tak berdosa harus menanggung azab juga. Dan itulah pentingnya amar makruf Nahi Mungkar. Indahnya Islam, Allah menjadikan satu amar makruf dan nahi munkar. Keduanya harus kita lakukan. Karena mencegah kemungkaran sebenarnya adalah wujud kita cinta kepada sesama.
Semoga, Allah selalu menolong kita. Semoga, kita bisa mengambil setiap hikmah dari setiap kejadian. Wallahualam.


Mulai tanggal 5 September 2016, api PON akan diambil dan dikirab keliling Jawa Barat. Ini sudah menjadi tradisi setiap penyelenggaraan PON. Kali ini api PON di ambil dari sumber api di Desa Majakerta Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu.
Api PON yang sudah diambil akan diarak keliling Jawa Barat, mulai dari Kabupaten Indramayu sampai tiba di kota Bandung. Berdasarkan jadwal yang telah dibuat panitia, kirab api PON akan ditempuh selama 10 hari untuk sampai di Bandung. Perjalanan sempat terhenti selama dua hari, karena libur Hari Raya Idul Adha pada tanggal 11-12 September 2016. Obor api PON akan dalam waktu itu akan disemayamkan di Balai Kota Bekasi. Perjalanan akan dilanjutkan pada 13 September 2016 dan akan berakhir di Bandung 15 Oktober 2016.
Jalur yang akan dilalui kirab api PON dimulai dari Kab. Indramayu, Kab. Cirebon dan Kota Cirebon pada Senin, 5 September 2015. Esoknya akan dilanjutkan ke Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Ciamis, dan Kota Banjar. Di kota ini disemayamkan sebelum esoknya dibawa kembali ke Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya, dan Kab. Garut.
Dari kota dodol, obor api PON akan dibawa ke Sumedang, diteruskan ke Subang dan Purwakarta. Daerah tujuan selanjutnya adalah Kab. Karawang, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi. Di balaikota bekasi api pun akan disemayamkan selama dua hari, karena bertepatan dengan libur Idul Adha.
Setelah lebaran Idul Adha, perjalanan api PON dilanjut kembali menuju Kota Depok, Kab. Bogor, dan Kota Bogor. Menginap semalam di kota hujan, kemudian dilanjut ke Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, dan Kab. Cianjur. Perjalanan dilanjutkan besoknya, menuju Kab. Bandung Barat. Kota Cimahi, dan Kab. Bandung.
Setelah bersemayam di Pendopo Kab. Bandung selama semalam, obor api PON akan dikirab kembali ke Kota Bandung, dan berakhir di Gedung Sate. Api PON disemayamkan di Gedung Sate, sebelum akhirnya digunakan pada upacara pembukaan yang akan diselenggarakan di Stadion Gelara Bandung Lautan Api. Setiap daerah, kirab api PON akan dilepas oleh bupati dan walikota. 



Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) saat ini sudah berada di rekening kas umum daerah (RKUD). Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak membayarkan tunjangan tersebut kepada guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) yang telah memiliki sertifikasi profesi.
“Dana tunjangan profesi guru tersebut saat ini sudah ada di kas daerah, yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran TPG kepada guru-guru yang memang telah memiliki sertifikat. Dan oleh karena itu, tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak membayarkan hak TPG kepada setiap guru yang telah memiliki sertifikat,” jelasnya dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu (31/08) di Jakarta.
Seperti di ketahui, pemerintah melakukan penghematan anggaran TPG tahun 2016 sebesar Rp 23,4 triliun. Penghematan TPG tersebut ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan riil pemenuhan TPG di daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan sisa dana TPG tahun-tahun sebelumnya di RKUD.
Akumulasi sisa TPG di RKUD, yang mencapai Rp 19,6 triliun tersebut, menurut Menkeu, dapat dipergunakan oleh pemerintah daerah untuk pemenuhan kebutuhan pembayaran TPG kepada guru PNSD bersertifikasi profesi tahun 2016. Penghematan ini sendiri diharapkan dapat mendorong efisiensi pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah.
“Diharapkan kebijakan penghematan dana TPG dapat mengurangi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang bersumber dari dana TPG, serta mendorong efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah. Pengurangan SiLPA APBD yang bersumber dari sisa TPG dimaksud juga ditujukan untuk dapat meningkatkan kinerja APBD,” urainya.


Museum Nabi Muhammad akan direplikasi di lantai dasar Mesjid Provinsi Jawa Barat konsep terapung yang rencananya segera dibangun di Gedebage, Kota Bandung.
Demikian dikatakan Asda II Pemprov Jabar Deny Juanda Puramidaja ketika studi banding rombongan Pemprov Jabar ke Museum Asmaul Husna, Madinah, Arab Saudi, Sabtu (4/6/2016) siang waktu setempat. Selain mengunjungi museum tersebut, rombongan juga akan datang ke Museum Nabi Muhammad, Mekkah.
"Tujuan ke Madinah dan Mekah berkunjung ke museum adalah melakukan studi rinci tentang latar belakang, makna, dan pilihan strategi perwujudan museum. Sehingga tercipta proses pembelajaran bagi masyarakat dunia untuk lebih mengagumi kekuasaan Allah SWT," katanya di Museum Asmaul Husna.
Selain Deny, turut dalam rombongan adalah arsitek dan dosen ITB, Baskoro Tedjo, serta Bayu Wahyudin (alumni ITB dari Tim Perencanaan Mesjid Terapung Gede Bage). Mereka diterima Husna Mufassir, Pembimbing Musium Asmaul yang juga mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah. Dalam kesempatan itu, diberikan pula cendera mata dari Husain Abdul Hakam sebagai Ketua Pembimbing Musium Asmaul Husna.
Ia menjelaskan, kelak mesjid akan digunakan sebagai tempat ibadah di lantai atas dan lantai dasar untuk berbagai keperluan ummat, termasuk museum tadi. Mesjid akan berukuran 99 x 99 meter dengan dua lantai serta bisa dipakai 30-50 ribu jamaah. Mesjid sendiri dibangun di kawasan 21 hektar.
"Studi museum juga menjadi inspirasi dan rujukan dalam menyusun Kerangka Acuan Kerja serta belajar model pemanfaatan museum sebagai tempat belajar, sehingga terjadi peningkatan kualitas keimanan multi level generasi penerus," katanya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dalam sejumlah kesempatan mengatakan pembangunan masjid terapung di atas danau buatan di Gedebage, Kota Bandung, ditargetkan dimulai bersamaan dengan hari jadi Provinsi Jawa Barat.
 “Mudah-mudahan 19 Agustus,” katanya di Gedung Sate, 28 Maret 2016 lalu, seraya mengatakan sudah memilihkan nama untuk masjid yakni Al-Jabbar. Menurut dia, nama itu sengaja dipilih karena mirip dengan singkatan “Jawa Barat”, juga ilmu matematika “aljabar”. Konsep arsitektur masjid terapung itu dipilihkan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menggunakan rumus matematika. Gubernur memang meminta sejumlah fasilitas ada di dalamnya, termasuk museum merujuk di Mekkah dan Madinah tadi.
Pemerintah provinsi membiayai pembebasan lahan dan pembangunan fisik masjid yang dirancang dibangun dalam 2 tahun itu. “Total (anggarannya) sekitar Rp 500 miliar,” pungkasnya. 


Ribuan umat Islam Purwakarta tumpah ruah mengikuti Parade Tauhid jilid 2 yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Manhajus Sholihin Pimpinan KH Muhammad Syahid Joban, Lc, Ahad (29/5).
Parade Tauhid kali ini mengusung Tema : ‘Purwakarta Bertauhid Bebas Maksiat dan Syirik, Ganyang PKI dan Liberal, Menuju NKRI Bersyariah’.
“Purwakarta harus bersih dari kemusyrikan, PKI, Liberal dan Miras! Karena kesemuanya itu najis dan kotor, bahkan bisa merusak Agama dan Negara,” kata KH Syahid Joban yang memimpin garis komando Parade Tauhid dan juga menjabat salah satu pengurus Front Pembela Islam (FPI) Pusat.
Start Long March dimulai dari halaman kampus UPI Pasar Jum’at dan dilepas dengan iringan doa oleh Wakil Ketua MUI Purwakarta KH Nana Suryana menuju garis finish Pasar Rebo, Purwakarta.
Agenda yang digagas oleh Ulama dan Umat Islam Purwakarta ini diikuti oleh Para Habaib, Kiai, Ormas Islam, Santri Pondok Pesantren, Pelajar Sekolah Islam, Majelis Taklim, Mahasiswa, Pekerja dan Masyarakat umum.
Terbentang sejumlah spanduk bertuliskan: “Ganyang PKI, NKRI Harga Mati”, “Umat Islam Purwakarta Sahate Menolak Maksiat dan Syirik”, “Liberal Peternak Homo dan Lesbi”, “Tutup Pabrik Miras”, dan lainnya.
Acara ini diakhiri dengan pembakaran bendera PKI dan bebegig Liberal sebagai bentuk perlawanan terhadap PKI dan Liberalis.
“PKI dan Liberal sama. Sama-sama menolak syariat islam! Karenanya kami akan menjaga kesucian Agama dan Negara Indonesia dari bahaya PKI dan Liberal sampai tetes darah kami yang terakhir,” tegas KH Syahid Joban yang disambut pekik takbir massa Parade Tauhid.


Salah satu sektor yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Purwakarta adalah Pengangguran. Terbukti ketika kita mengakses search engine Google dengan Keyword Purwakarta, Lowongan Kerja masih menjadi Keyword favorit yang menghiasi Google Trend. Ini menjadi salah satu indikator tingginya angka Pengangguran di Kabupaten kedua terkecil di Jawa Barat ini.
Dalam rangka menekan angka Pengangguran ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi segera membangun Sistem Informasi Lowongan Kerja Terbuka yang diperuntukan khusus untuk para pencari kerja. Menurut dia, semua lowongan kerja yang ada di seluruh Perusahaan di Kabupaten Purwakarta harus dapat diakses melalui web Purwakarta.go.id. Hal ini dia ungkapkan di sela pemaparan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Purwakarta Tahun 2015 Hari ini Rabu (30/3) di Ruang Sidang Utama DPRD Purwakarta.
Dedi berujar bahwa banyak laporan yang ia terima terkait dengan kesulitan mendapatkan informasi lowongan pekerjaan di Purwakarta. Laporan warga tersebut ia peroleh melalui SMS Center 08121297775, Fanspage Facebook Kang Dedi Mulyadi maupun Twitter @DediMulyadi71. “sering sekali terima mention di Twitter dari follower yang meminta pekerjaan, komen Facebook pun begitu, saya posting apa, mereka komen nya soal minta pekerjaan. Ini kan persoalan yang harus segera diselesaikan”. Ujar Dedi menjelaskan.
Saat ditanya alasannya membangun sistem informasi lowongan kerja secara terbuka, Dedi menuturkan bahwa selama ini informasi lowongan kerja hanya dapat diakses oleh lingkungan sekitar pabrik bahkan dikelola oleh oknum lembaga setempat. “Kelemahan sistem tenaga kerja kita, pola rekrutmen nya masih tertutup, hanya diketahui segelintir orang, belum lagi oknum lembaga yang “menguasai” daerah sekitar perusahaan kerap meminta uang pada para pelamar pekerjaan. Maka kami buat sistem nya secara terbuka melalui sistem online, siapapun bisa mengaksesnya, dengan warga Purwakarta sebagai prioritas untuk diterima bekerja di Perusahaan itu”. Kata Dedi menjelaskan.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial mengungkapkan bahwa sebelum program ini disampaikan oleh Bupati Purwakarta, pihaknya telah menerima instruksi agar melakukan pengecekan terhadap seluruh organisasi Karang Taruna yang disinyalir terdapat beberapa oknumnya yang menjadi Calo Tenaga Kerja dengan bayaran sejumlah uang. “Ini follow up dari langkah yang kemarin kita lakukan, tim turun ke lapangan lakukan pengecekan, sudah didapat hasilnya. Program Pak Bupati ini solusi cerdas untuk menghadapi Calo Tenaga Kerja yang kerap “bermain mata” dengan HRD Perusahaan”. Kata Titov Firman menutup.


Jauh-jauh hari AKBP. Trunoyudo Wisnu Andiko sebagai Kapolres Purwakarta, sudah menghimbau kepada jajaran dibawahannya agar beribadah bersama masyarakat dimanapun berada. Baik sebagai muslim maupun non muslim, agar anak buahnya beribadah bersungguh-sungguh tanpa terkecuali.
“Saya sudah menghimbau bagi anggota yang muslim diusahakan ibadah tepat waktu, berjamaah dengan masyarakat dimanapun berada,” ujar Truno, di Mapolres Purwakarta.
Begitu juga, lanjut Truno, bagi yang non muslim beribadah menurut keyakinan masing-masing tapi tetap diusahakan untuk berbaur bersama-sama dengan masyarakat.
“Terutama bagi anggota kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk turut serta beribadah secara berjamaah,” tambah Truno.
Terutama, lanjutnya, bagi para Babibkamtibmas yang muslim untuk membiasakan diri sholat berjamaah dengan masyarakat saat memasuki waktu ibadah.
“Dimanapun berada saat Adzan sudah berkumandang, kami harapkan anggota menghentikan aktifitas untuk mencari mesjid atau mushola terdekat guna berjamaah bersama,” pungkas Truno.



Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, menyatakan seluruh tempat hiburan malam di kota itu akan ditutup dan tidak beroperasi selama bulan Ramadhan 1437 Hijriah.
"Kami mengimbau kepada pengelola tempat hiburan malam di Padang untuk menutup tempat usahanya selama bulan Ramadhan," kata Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi, di Padang, Jumat (27/5)
Menurutnya, penutupan ini dilakukan untuk menghormati warga khususnya yang beragama Islam beribadah Shalat Tarawih dan Wirid.
Selain itu juga dilakukan untuk mencegah perbuatan yang maksiat selama bulan Ramadhan.
"Dalam dua hari kami akan kirimkan surat edaran penutupan sementara tersebut kepada pengelola," tambahnya.
Dia menyebutkan surat ini berkemungkinan mengikat, bila ada yang berani membuka usahanya tersebut akan diberi peringatan dan bisa berujung sanksi.
Selain mengimbau tempat hiburan malam, pihaknya juga melarang rumah makan buka pada siang hari selama Ramadhan.
"Seperti tahun sebelumnya, tempat makan akan buka menjelang buka puasa hingga malam," ujarnya.
Dia menerangkan tujuan dilakukan ini semata untuk menghormati bulan Ramadhan yang suci tersebut.
"Kami mengajak seluruh warga di Padang, mematuhi aturan pemerintah terkait Ramadhan dan menjalankan berpuasa dengan baik," ujarnya.
Sementara itu salah satu pemilik rumah makan di Padang, Endang berharap terdapat toleransi bagi yang tidak berpuasa untuk makan di rumah makan.
Menurut dia perempuan yang berhalangan dan non muslim tentunya tidak berpuasa, harus ada aturan yang jelas terkait hal tersebut.





Di lansir dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, inovasi layanan yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Probolinggo menjadi peraih Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016 tingkat Kabupaten.
Layanan Cepet, Cepat Tuntas Tanpa Kertas Pemerintah Kabupaten Probolinggo
Jempol Mancep Layanan Cepet, Cepat Tuntas Tanpa Kertas merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dalam mengatasi masalah antrian pasien di Puskesmas Sumberasih. Langkah perbaikan yang disarankan adalah penggunaan integrasi fingscan dengan software simpustronik (Finger-Simpustronik) untuk mempercepat proses pendaftaran pasien rawat jalan. Setelah melalui beberapa perbaikan, lahirlah insiatif “Jempol Mancep Layanan Cepet, Cepat Tuntas Tanpa Kertas.” Sebelum inovasi, layanan pasien berjalan lamban dan kurang nyaman. Setelah inovasi, layanan berjalan cepat, mudah, dan tanpa kertas, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan.
Sistem ini prinsipnya sama dengan sistem absensi di kantor-kantor dengan Finger print, yang sebelumnya melalui identifikasi sidik jari. Pasien yang datang diidentifikasi, sehingga yang datanya sudah ada tinggal memasukkan identitas atau password, kemudian menempelkan jempolnya di bagian yang akan menyensor sidik jari. Nomor antrean pun akan keluar, dan tinggal menunggu panggilan untuk diperiksa dokter, dan selanjutnya saat mengambil obat pun tak perlu resep yang ditulis di kertas. Data pasien, termasuk rekam medis sudah ada di puskesmas tersebut.



Bupati Purwakarta dibuat pusing oleh laporan masyarakat yang mengeluhkan praktik bidan desa di wilayahnya. Dalam melayani pasien yang akan melakukan persalinan, bidan desa kerap kali langsung memberi surat rujukan ke salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak di Purwakarta agar dilakukan operasi caesar. Padahal menurut laporan warga tersebut, sebenarnya persalinan dapat dilakukan secara normal. Rujukan untuk operasi caesar disinyalir karena bidan desa dijanjikan fee sebesar 30 persen per pasien jika merujuk pasien bersalin ke Rumah Sakit tersebut. 
Menanggapi laporan warganya ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi secara tegas mengancam akan mencabut ijin praktik bidan desa jika masih melakukan langkah yang melanggar kode etik tersebut. Hal ini dia ungkapkan disela Peringatan Isra Mi’raj Rabu (11/5) di Taman Maya Datar Purwakarta. “Pertama, kita harus membuktikan dahulu kebenaran kelakuan bidan desa tersebut. Kalau benar terjadi maka saya cabut ijin praktik kebidanannya sekarang juga”. Kata Dedi geram. 
Menurut Bupati yang dikenal responsif dalam menerima keluhan warganya ini, Sebenarnya Bidan merupakan pekerjaan yang istimewa apalagi jika statusnya sudah PNS. Ini karena bidan tersebut mendapat penghasilan tambahan dari praktiknya diluar jam kerja sebagai PNS. “Mereka itu diperbolehkan untuk melakukan praktik diwilayahnya. Artinya ada penghasilan tambahan. Kalau masih berharap fee dari hasil merujuk pasien, kita cek saja itu termasuk gratifikasi atau bukan. Kalau pelanggaran kode etik itu sudah jelas ya”. Ujarnya menambahkan. 
Saat ditanya warga mana yang mengeluhkan praktik nakal yang dilakukan oleh Bidan Desa ini. Dedi mengatakan dia menerima SMS Center dari salah seorang warga Maracang bernama Teruna (27). Dalam laporan tersebut Teruna merasa aneh saat bidan desa langsung merujuk istrinya ke salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak tanpa diperiksa sendiri oleh bidan tersebut. “Tiba-tiba ada Ambulance, lalu bidan meminta istri saya naik ke Ambulance karena harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani operasi caesar. Padahal istri saya melahirkan secara normal”. Kata Teruna saat dikonfirmasi via Telepon. 
Sedangkan menurut Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Purwakarta Hj Yeyet atau akrab disapa “Mamih” pihaknya masih menelusuri kebenaran kabar yang menyatakan bidan mendapatkan fee dari Rumah Sakit tertentu. Kalau pun ada, dirinya berdalih bahwa perbuatan tidak terpuji tersebut dilakukan oleh oknum bidan nakal. Secara Institusi dia meyakinkan semua pihak bahwa tidak semua bidan melakukan tindakan yang merupakan pelanggaran kode etik itu. “Saya pernah mendengar itu tapi saya rasa sekarang sudah tidak ada. Kalaupun ada itu oknum nakal”. Kilah Yeyet.


Adanya ketimpangan kondisi ekonomi masyarakat saat ini mengakibatkan adanya perbedaan yang sangat mencolok antara si kaya dan si miskin. Kondisi ini pun tak pelak mengakibatkan banyak sekali kekayaan negara, baik sumber daya alam serta potensi ekonomi lainnya, hanya dikuasi oleh segelintir orang saja.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan bahwa saat ini sedikit sekali orang kaya di Indonesia, tapi mereka menguasai banyak potensi dan aset negara. Hal ini pun didukung oleh data dari World Bank atau Bank Dunia yang mengungkapkan kondisi ketimpangan tersebut.
"Aset yang sangat banyak tapi dikuasai oleh segelintir orang, berbahaya! Tapi aset yang sangat banyak kemudian dikuasai oleh banyak orang akan terjadi persaingan sehat dan saling menghargai lebih baik lagi," ungkap Aher ketika menjadi narasumber dalam diskusi di Kongres Akbar V Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di Wisma Balai Besar Pembangunan dan Perluasan Kerja (BBPPKP) Kemenaker RI, Jl. Raya Lembang No. 222, Kab. Bandung Barat pada Sabtu (30/4/2016).
"World Bank tahun 2014 mengeluarkan sebuah rilis. Resmi dari World Bank. World Bank menyatakan bahwa di Indonesia 1 persen penduduk Indonesia menguasai 55,5 persen kekayaan negara kita," jelas Aher.
Menurut Aher situasi tersebut sangat tidak normal. Dan ke depannya harus ada semangat baru untuk merubah situasi tersebut, yang bisa memperkecil jurang pemisah tersebut.
Pada kesempatan ini Aher pun mengajak semua pihak agar bisa menerapkan sistem ekonomi kerakyatan. Salah satunya, sistem perekonomian yang ada pada Koperasi.
"Kita harus memaknai ekonomi kerakyatan bukan ekonomi UKM tapi ekonomi kerakyatan ekonomi yang boleh UKM, boleh juga yang besar tetapi dikelola secara profesional dan hasilnya didedikasikan untuk kesejahteraan rakyat. Itulah ekonomi kerakyatan," papar Aher.
Aher pun mencontohkan koperasi para pegawai Pemprov Jawa Barat atau Koperasi Praja Sejahtera. Dalam sebulan, koperasi milik para PNS di Pemprov Jabar ini bisa meraup dana hingga Rp 22 Milyar yang bisa dijadikan modal untuk sebuah usaha bersama, dengan pemilik modalnya yakni para PNS.
"Kopersi bukan perusahaan tapi koperasi bisa memiliki dan membuat puluhan perusahaan. Koperasi pemiliknya bisa ribuan orang, jutaan orang. Di koperasi ada dana kerakyatan atau dana "udunan" rame-rame tapi ketika dikumpulkan akan menjadi kekuatan ekonomi yang sangat dahsyat," ujar Aher.
Sarbumusi merupakan organisasi serikat pekerja atau perburuhan yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama dan merupakan badan otonom NU. Kongres ini digelar pada tanggal 30 April - 1 Mei 2016 atau bertepatan dengan Hari Buruh Internasional dan tahun ini mengambil tema "Meneguhkan Peran Konfederasi Sarbumusi Dalam Era Global".
Kongres Akbar ini diikuti para pengurus cabang dan wilayah Sarbumusi se-Indonesia. Kongres ini diharapkan bisa mengeluarkan beberapa rekomendasi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, serta digelar pula diskusi mengenai kondisi ketenagakerjaan yang terjadi di Indonesia saat ini.



Sejak selesai dibangun dan diresmikan pada 17 Ramadan 1431 H (27 Agustus 2010), bangunan yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, ini sudah mencuri perhatian masyarakat di Bandung Barat dan sekitarnya. 
Bangunannya yang unik menjadikan bangunan ini mudah dikenali oleh masyarakat yang melintas di kawasan Kota Baru Parahyangan. Apalagi dari kejauhan pun bangunan ini terlihat menjulang karena lokasinya berada beberapa meter di atas jalan raya.
Nama masjid ini makin populer dan dikenal luas oleh masyarakat, bahkan dunia, sebab beberapa bulan setelah dibangun, masjid yang memiliki arsitektur memukau ini langsung menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia. National Frame Building Association memilih Masjid Al-Irsyad, nama masjid unik ini, menjadi satu-satunya bangunan tempat peribadatan di Asia yang masuk 5 besar Building of The Year 2010.
Perhelatan akbar yang melibatkan sekitar 15.000 orang arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al-Irsyad dalam kategori arsitektur religius. Hal yang lebih membanggakan lagi, masjid berbentuk kubus ini menjadi satu-satunya tempat peribadatan di luar gereja.
Jika biasanya masjid memiliki kubah, tidak demikian dengan Masjid Al-Irsyad. Masjid yang dirancang oleh salah seorang arsitek ternama Indonesia, Ridwan Kamil, ini di desain mirip Kabah. Bangunan masjid yang berbentuk kubus terlihat begitu bersahaja. Namun penataan batu bata pada keseluruhan dinding masjid terlihat sangat mengagumkan.
Batu bata yang disusun sedemikian rupa sehingga berbentuk lubang atau celah di antara bata solid, jika dilihat dari kejauhan, akan menghadirkan lafaz Arab yang terbaca sebagai dua kalimat tauhid (Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang artinya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).
Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang itu juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam, ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat tauhid. Benar-benar sangat mengagumkan.
"Jika dilihat dari dalam seperti susunan batu bata yang berantakan. Tapi jika dilihat dari kejauhan, lubang angin itu akan membentuk tulisan kalimah tauhid," ujar Ketua DKM Masjid Al-Irsyad, Dr Ahmad Hairudin Murtani PhD, saat ditemui Tribun di Masjid Al-Irsyad, Kota Baru Parahyangan.
Secara keseluruhan, masjid seluas 1.871 meter persegi itu hanya memiliki tiga warna, yaitu putih, hitam, dan abu-abu. Susunan tiga warna tersebut tidak menjadikan masjid ini kehilangan daya tariknya. Justru, ketiga warna itu menjadikan masjid ini tampil lebih cantik, modern, simpel, tapi tetap elegan dan enak dipandang mata.
Di dalam interior masjid dipasang 99 buah lampu, sebagai simbol 99 nama Allah atau (asmaul husna). Tiap lampu yang berbentuk kotak itu memiliki sebuah tulisan nama Allah.
Ruang salat di masjid yang mampu menampung sekitar 1.500 orang jemaah ini tidaklah memiliki tiang atau pilar di tengah ruangan untuk menopang atap sehingga seakan terasa begitu luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya. Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid berbentuk segi empat itu menjadikan sirkulasi udara di ruang masjid begitu baik sehingga tidak terasa gerah atau panas di dalamnya meskipun AC atau kipas angin tak terpasang di dalam masjid.
Bentuk mihrab di masjid ini juga dirancang sebagai tempat menghadap Allah dengan konsep "keindahan alam dan kebesaran Allah" di mana mihrab terbuka langsung menghadap gunung dan langit tanpa adanya dinding apa pun di bagian kiblat masjid ini. "Bagian imam ini sengaja tanpa dinding. Artinya menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah," kata Ahmad.
Halaman masjid pun ditata sedemikian rupa dengan filosofis Kabah. Lanskap dan ruang terbuka sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid. "Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi masjid itu terinspirasi dari konsep tawaf yang mengelilingi Kabah," ujarnya.
Setiap hari masjid ini tak hanya dikunjungi oleh masyarakat di sekitar Bandung, juga dari seluruh nusantara. Bahkan, ribuan orang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Belanda, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya rela jauh-jauh untuk melihat keunikan dan desain futuristik Masjid Al-Irsyad ini.
"Masjid ini bahkan sudah jadi tujuan studi para mahasiswa arsitektur di seluruh dunia karena masjid ini penuh dengan konsep arsitektur kelas dunia," kata Ahmad.
Menurut Ahmad, meski ribuan orang hilir-mudik dan keluar-masuk masjid, para pengunjung tak perlu khawatir masjid menjadi kotor atau terkena najis. Sebab, masjid itu dijaga kebersihannya selama 24 jam penuh. Untuk kebersihan saja, kata Ahmad, pengurus DKM setiap bulannya menghabiskan biaya operasional sebesar Rp 19 hingga Rp 20 juta.
"Dengan menerapkan manajemen masjid yang profesional sejak berdiri, alhamdulillah masjid ini selain indah juga sangat makmur dan selalu dikunjungi banyak orang," ujar Ahmad Hairudin.


Masjid sebagai tempat ibadah umat Muslim memiliki peran penting lainnya. Kehadirannya tidak hanya sebagai bangunan yang dipergunakan untuk shalat, zikir, dan mengaji. Sejatinya, masjid juga dapat menjadi pusat peradaban, pemberdayaan dan pendorong perekonomian.
Sejarah mencatat, peradaban di masa nabi bermula dari masjid. Rasulullah Muhammad SAW saat membangun Madinah menjadikan masjid sebagai pusat aktifitas. Ketika itu, segala aktifitas pendidikan, ekonomi, politik, kemasyarakatan, dan lainnya bertempat di masjid.
Namun, lambat laun fungsi itu semakin bergeser. Kini, sebagian besar masjid hanya sebagai tempat ibadah semata. Bahkan yang lebih miris, banyak masjid yang dibiarkan menganggur sebab tidak ada atau jarang ada yang shalat di sana.
Semangat mengembalikan masjid sebagai pusat keunggulan (center of excellent) inilah yang tercermin dalam soft launching Masjid Al Madinah di Zona Madina Dompet Dhuafa, Jampang, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, (29/4). Sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan, masjid tersebut diresmikan untuk dipergunakan pertama kali untuk kegiatan beribadah oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi, serta dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor KH. Ahmad Mukri. 
Berdiri di atas lahan sekitar 2.763 meter persegi, kehadiran Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan seiring dengan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.  
“Masjid ini dibangun sebagaimana visi Dompet Dhuafa untuk mengembangkan kawasan Zona Madina seluas 6,4 hektar. Sebuah kawasan yang mampu mewujudkan kebermanfaatan maksimal bagi masyarakat Indonesia. Khususnya kawasan Jampang dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan syiar Islam,” ungkap Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, dalam sambutannya.
Masjid Al Madinah memiliki luas bangunan sekitar 2.400 Meter persegi dengan total luas ruang sholat sekitar 1.300 Meter Persegi, serta memiliki kapasitas jamaah sebanyak 2.247 orang.
“Alhamdulillah Dompet Dhuafa turut membuktikan untuk mengembangkan peradaban melalui masjid. Hal ini sesuai dengan semangat Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang juga akan terus menebar pembangunan masjid-masjid sebagai pusat peradaban untuk mengembangkan perekonomian, pendidikan, kesehatan dan juga budaya. Seperti halnya kali ini bekerjasama dengan lembaga sosial yang terpercaya, di sini adalah Dompet Dhuafa. Pembangunan Masjid Al Madinah ini tentu sangat efektif, terbangun di samping rumah sakit, sekolah dan pusat pemberdayaan. Semoga menjadi tempat efektif membangun peradaban dan pemberdayaan, sehingga masyarakat sekitar dapat meningkatkan ekonomi serta ukhuwah islamiah,” tutur Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam sambutannya.
Melalui momen soft launching masjid tersebut, Dompet Dhuafa mengajak partisipasi masyarakat dalam mewujudkan masjid sebagai pusat keunggulan dan pemberdayaan. Semoga akan efektif mempererat ukhuwah islamiah masyarakat di kawasan Zona Madina.
“Kita patut berdoa untuk seluruh donatur, wakif yang telah berwakaf maupun berinfak untuk pembangunan masjid ini. Semoga amal mereka diterima sebagai amalan yang bernilai pahala tinggi di hadapan Allah SWT,” tambah Ahmad.
Zona Madina Dompet Dhuafa sendiri merupakan kawasan pemberdayaan umat terpadu yang dibangun di atas tanah seluas 3,6 Hektar di wilayah Jampang, Bogor, Jawa Barat. Rancangan pengembangan Zona Madina adalah melalui konsep kawasan tumbuh dan terpadu dengan landasan tata nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Dengan tujuan sebesar-besarnya membangun pemberdayaan dalam arti luas meliputi pembangunan sosioekonomi, budaya dan pengembangan nilai religi dengan keberadaan masjid sebagai pusat dari kawasan tersebut.
Kawasan dari aktivitas pemberdayaan komunitas terpadu berbasis nilai ke-Islaman ini, telah memiliki bangunan rumah sakit tanpa biaya—Rumah Sehat Terpadu, Kampung Wisata Djampang, Kampung Ternak, Bumi Pengembangan Insani yang di dalamnya termasuk Smart Ekselensia Indonesia, Sekolah Guru Indonesia, Makmal Pendidikan, perpustakaan, dan sarana olahraga. Semoga keberadaan Masjid Al Madinah semakin mempertebal ukhuwah islamiyah dan menguatkan zona pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di kawasan terpadu tersebut.